Ambisi Angie J untuk Go Internasional
Angie J tampil cantik malam itu. Busananya simple; kaos berdada rendah warna biru dipadu hotpants hitam.
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, PALMERAH - Angie J tampil cantik malam itu. Busananya simple; kaos berdada rendah warna biru dipadu hotpants hitam.
Senyum terus terkembang dari bibirnya, setiap mengawali atau mengakhiri pembicaraan.
Kepada Warta Kota, ia banyak bercerita soal pengalaman bermusiknya. Angie J merasa prihatin dengan kondisi musik di Indonesia, dimana banyak band atau penyanyi solo datang dan pergi, hanya beberapa saat saja naik daun sesudah itu seolah dilupakan.
Ia menyebut hal itu terjadi lantaran penyanyi atau band tersebut hanya mengikuti trend, tanpa memperdulikan kualitas, baik dari segi lirik maupun komposisi musik.
"Kemarin gempar lagu-lagu bernuansa melayu, banyak band bergenre melayu bermunculan. Saat marah boy band dan girl band, sudah tak terhitung berapa group yang kemudian muncul. Tapi sekarang ketika masyarakat sudah mulai bosan, mereka surut dengan sendirinya," kata Angie J saat berbincang dengan Warta Kota di bilangan Jakarta Barat, Senin (14/4) malam.
Itu yang jadi motivasi pemilik nama Angelina Jaya menyajikan musik yang berbeda ketika terjun dalam blantika musik tanah air, sepulangnya dari Amerika Serikat dua tahun silam. Meskipun sebenarnya aliran musik metal tertanam dalam dirinya, namun ia tetap melihat pasar musik dalam negeri.
"Maka kemudian aku pilih genre Pop-Dance di singleku berjudul Lebay. Di lagu itu aku kombinasikan beberapa aliran, tapi tetap berupaya menghadirkan musik easy listening tanpa mengkesampingkan kualitas," kata Angie.
Pemilik mata indah itu sadar persaingan industri musik di tanah air begitu ketat. Namun itu justru menjadi tantangan baginya agar musiknya bisa diterima di kalangan luas. Ia pun yakin, suatu saat nanti lagu-lagu miliknya yang dikemas dalam balutan berbeda, akan menjadi pilihan lain bagi masyarakat Indonesia.
"Melakukan apa saja, aku selalu total. Maka ke depan, selain mengenalkan musikku di dalam negeri, aku juga akan mencoba peruntungan di luar negeri," katanya.
Keinginan Angie bukan tanpa sebab. Pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi tim sebuah band metal di Amerika, membuatnya mengerti bagaimana menjalankan industri musik. "Tapi yang pasti aku akan mantabkan dulu di musik dalam negeri, sambil perlahan mencari celah untuk tampil di pentas dunia," katanya.
Anak tunggal anti manja
Sebagai anak tunggal yang dilahirkan di keluarga yang terbilang 'berada', tak lantas membuat Angie menjadi sosok manja. Pantangan baginya menggantungkan semua hal kepada orang tua. Karakter mandiri pun sudah tertanam pada diri Angie semenjak ia masih kecil.
Terlebih edukasi yang diberikan kedua orang tuanya, yang membentuknya menjadi sosok tangguh, ulet dan punya optimisme yang tinggi meraih sukses.
"Papah tidak pernah manjain aku sejak kecil. Bahkan, saat kuliah di Amerika di usia 16 tahun, aku sudah kerja sendiri di sana. Hidup mengajariku untuk mandiri," katanya.
Bahkan sepulangnya ke Indonesia, di tengah kesibukannya di dunia peran dan musik, ia masih mengelola beberapa bisnis, salah satunya usaha Joy Cafe di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Angie J hanya tidak ingin menyia-nyiakan waktu dalam hidupnya. Segala hal akan ia lakukan, selama hal yang dia lakukan positif.
"Dalam hidup prinsipku selalu menghargai waktu. Sejauh ini nggak ada masalah. Justru aku sangat menikmati semua yang aku lakukan," kata dara kelahiran Jakarta 21 Agustus 1989.