Selasa, 7 April 2026

Pemprov DKI: Penutupan Terminal Lebak Bulus Tidak Mendadak

Pemprov DKI Jakarta menilai penutupan Terminal Bus AKAP Lebak Bulus tidak dilakukan mendadak dan dipaksakan.

Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menilai penutupan Terminal Bus AKAP Lebak Bulus tidak mendadak dan dipaksakan.

Kasudin Perhubungan Jakarta Selatan, Arifin HM, mengatakan, bahwa rencana penutupan atas pembangunan Depo Mass Rapid Transit (MRT) sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu.

"Bukan mendadak, karena memang program pembangunan MRT sudah ada, sejak Gubernur sebelumnya. Sekarang baru terealisasi," jelasnya.

Dirinya pun mengatakan penutupan Terminal Bus AKAP oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta tersebut sangat positif, sehingga pembangunan Depo MRT yang terintegrasi dengan Terminal Lebak Bulus Baru dan Halte Transjakarta Lebak Bulus bisa segera dilakukan.

Sementara itu, menanggapi ramainya keluhan serta tudingan puluhan pegawai Perusahaan Otobus (PO) serta pedagang kepada pihaknya saat ini, dirinya mengaku hanya menjalankan tugas sebaik-baiknya. Karena, sebelum ditetapkannya penutupan terminal, sosialisasi pemindahan terminal sudah dilakukan.

"Kami sudah berikan solusi atas penutupan terminal, antara lain Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogadung, dan Terminal Kalideres. Karena ini juga untuk kemajuan bersama dan kepentingan masyarakat lebih luas," jelasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved