Minggu, 12 April 2026

Tagihan RSUD Bekasi Membengkak Dua Kali Lipat

Penyebabnya: jumlah pasien miskin membludak.

Penulis: |

WARTA KOTA, BEKASI - Angka tagihan pembiayaan pasien miskin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi tahun ini dipastikan melonjak dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Penyebabnya: jumlah pasien miskin membludak.

Direktur RSUD Kota Bekasi Titi Masrifahati menyatakan jumlah tagihan RSUD ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi itu melonjak hingga Rp32 miliar. Artinya: dua kali lipat lebih dari tahun sebelumnya yang baru Rp15 miliar.

Laporan menjelang akhir tahun RSUD Kota Bekasi menyebutkan, jumlah pasien miskin yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan di rumah sakit itu sepanjang 2013 sudah tercatat sebanyak 22 ribu jiwa lebih.

"Angka pasien miskin itu naik 100 persen dari tahun sebelumnya, sekitar 11 ribu jiwa," ungkap Titi Masrifahati, Senin (18/11). Titi menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pasien miskin itu diantaranya karena akses untuk mendapatkan layanan kesehatan bagi pasien miskin kini lebih mudah.

Pasien bisa mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan memanfaatkan surat keterangan tidak mampu (SKTM), jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), maupun jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

Faktor lain, sebut dia, adalah adanya beberapa rumah sakit swasta yang memutus kontrak dengan PT Askes, sehingga pasien pemegang kartu askes beralih ke RSUD Kota Bekasi. Menurut Titi, pasien miskin yang paling banyak mendapatkan perawatan adalah mereka yang memerlukan tindakan medis segera.

Pasien terbanyak itu terkait kebidanan, dan penyakit degeneratif seperti diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (darah tinggi) dengan gangguan jantung, dan hipertensi dengan gangguan stroke.

Meski angka tagihan terus membengkak, Titi menegaskan bahwa RSUD Kota Bekasi akan tetap mengembangkan pelayanan bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu. Perbaikan pelayanan juga dilakukan diantaranya dengan penambahan satu gedung baru di sebelah timur dengan kapasitas 150 tempat tidur.

Gedung yang dibangun 10 lantai itu khusus diperuntukkan bagi perawatan pasien dengan layanan kelas tiga . Pembangunan gedung baru tersebut akan diselesaikan pada 2014 mendatang. RSUD Kota Bekasi juga mengembangkan sistem subsidi silang dari pasien mampu kepada pasien tidak mampu.

Selain itu, status RSUD Kota Bekasi yang saat ini masih tipe B non-pendidikan akan ditingkatkan menjadi tipe B pendidikan. "Setelah mendapatkan status rumah sakit tipe B pendidikan, kami baru bisa melaksanakan pendidikan dokter spesialis," pungkasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved