Baliho di Kanal Barat Dibongkar
Seluruh tiang reklame baliho di sepanjang Kanal Banjir Barat (KBB), Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, akan dibongkar. Hal ini dilakukan menyusul jebolnya tanggul
Menteng, Wartakotalive.com
Seluruh tiang reklame baliho di sepanjang Kanal Banjir Barat (KBB), Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, akan dibongkar. Hal ini dilakukan menyusul jebolnya tanggul di KBB yang menyebabkan banjir di kawasan Sudirman-Thamrin.
Tiang baliho yang berada di samping kiri-kanan fly over, juga sangat berdekatan dengan jebolnya tanggul. "Apakah tiang ini menjadi penyebab tanggul jebol atau bukan, baliho tersebut harus hilang," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, saat meninjau lokasi tanggul jebol di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Jumat (18/1).
Pengamatan Warta Kota, baliho besar yang berada di sisi timur fly over memiliki dua tiang penyangga dengan rangkaian besi bulat. Hingga kemarin, konstruksinya nampak miring dan sedang dibongkar. Sedangkan di sisi barat terdapat pula satu tiang baliho. Evakuasi baliho besar itu dilakukan Petugas Dinas Pemadam Kebakaran pdan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI menggunakan alat berat.
Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta, I Putu Indiana mengatakan, baliho-baliho tersebut merupakan milik swasta, bukan milik Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI. Karenanya, pihaknya akan berkoordinasi terkait dengan rencana pemindahan baliho tersebut. Selain itu, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) baru terhadap baliho yang akan dibangun di tepi sungai. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman yang terjadi saat ini. "Yang minta izin mendirikan baliho di pinggir kali tidak akan diberi izin," ujarnya.
Pendapat berbeda disampaikan Asisten Sekda Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Wiriyatmoko. Dia membantah bahwa pondasi reklame itu menjadi penyebab jebolnya tanggul. "Bukan itu penyebabnya, justru pondasi tiang pancang reklame memperkuat dinding," ujarnya.
Menurutnya, debit air KBB yang tinggi menggerus tanah yang ada di sebelahnya, sehingga tanah yang menahan dinding tanggul menjadi rapuh. Dengan tidak ditopang tanah, maka dinding akhirnya jebol.
Tanggul permanen
Hingga kemarin sore, nampak personel dari TNI terus berdatangan untuk membantu menutup tanggul yang jebol. Setidaknya sudah ada empat korps, yakni Komandan Pasukan Khusus (Kopasus), Kostrad, Marinir, dan Pasukan Khas TNI AU.
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pembangunan tanggul penahan sudah mencapai 60 persen dan secepatnya diselesaikan. "Target penyelesaian secepatnya," ujarnya. Ia bahkan mengatakan akan terus bolak-balik ke lokasi untuk memantau pekerjaan pembangunan tanggul sementara ini.
Pembangunan tanggul menggunakan karung-karung yang diisi pasir serta batu kali. Bahkan, batu kricak penyangga rel kereta juga digunakan untuk menahan air KBB. Kepala Humas PT KAI Mateta Rijalulhaq mengatakan, tidak beroperasinya rel di samping KBB itu membuat batu penyangga rel memungkinkan untuk digunakan sebagai bahan tanggul.
Beton permanen
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengatakan, jika hujan sudah mulai reda, Kementerian PU akan membangun dinding tanggul yang permanen terbuat dari beton.
"Ini tanggul sementara, nanti setelah tertutup kita buatkan dinding yang permanen, bisa kuat sampai 50 tahun," kata Djoko. Dijelaskannya, sisi tanggul yang jebol lebih rendah dari tanggul yang lain dan belum terbuat dari beton.
Menurutnya, waktu pembuatan tanggul permanen sekitar 1 bulan. Ia berharap sebelum puncak hujan pada akhir Januari, tanggul sementara tidak jebol.