Jumat, 8 Mei 2026

Berita Jakarta

Dinkes DKI Jakarta Pastikan Jakarta Nihil Kasus Campak

Dinkes DKI menyebut belum ada kasus campak di Jakarta, namun pengawasan dan deteksi dini tetap diperketat.

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
CAMPAK - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (8/4/2026). Dinkes DKI menyebut belum ada kasus campak di Jakarta, namun pengawasan dan deteksi dini tetap diperketat. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan belum ditemukan kasus positif campak di ibu kota.
  • Meski demikian, pengawasan diperketat di puskesmas dan rumah sakit dengan sistem deteksi dini dan surveilans.
  • Sejumlah kasus suspek masih dalam pemantauan.
  • Langkah ini dilakukan menyusul lonjakan kasus campak secara nasional yang telah mencapai ribuan dan memicu status KLB di berbagai daerah.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan situasi ibu kota masih aman dari kasus positif Campak, meski pengawasan tetap diperketat di tengah meningkatnya kasus secara nasional.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada warga Jakarta yang terkonfirmasi terpapar penyakit tersebut.

"Campak, update terakhir, sampai hari ini kasusnya yang positif di Jakarta, belum," ujar Ani saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Meski demikian, langkah antisipasi terus dilakukan. Dinkes DKI memilih untuk tidak lengah dan memperkuat upaya mitigasi sejak dini guna mencegah potensi penyebaran.

Pengawasan difokuskan di berbagai fasilitas layanan kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit. Sistem deteksi dini pun dipastikan berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.

“Kami sudah punya di beberapa titik di Puskesmas maupun di rumah sakit yang memang untuk kewaspadaan,” papar Ani.

Baca juga: Syuting Bareng, Raihaanun Tidak Minta Izin Luna Maya saat Lakoni Adegan Mesra dengan Maxime Bouttier

Di sisi lain, sejumlah kasus suspek telah ditemukan dan kini berada dalam pemantauan ketat tenaga medis.

Petugas kesehatan juga diminta meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan sistem surveilans, agar setiap gejala yang mengarah ke campak bisa segera ditangani.

“Ada beberapa suspek yang kami cek, dan kami tetap mengetatkan surveilansnya. Sejauh ini kalau saya nggak salah, belum ada yang positif,” pungkas Ani.

Sebagai informasi, lonjakan kasus campak tengah terjadi di berbagai wilayah Indonesia sejak awal 2026.

Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat lebih dari 10 ribu kasus suspek, dengan ribuan di antaranya telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, serta sejumlah laporan kematian.

Kondisi tersebut juga telah memicu puluhan status Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di berbagai daerah, sehingga kewaspadaan di Jakarta pun terus ditingkatkan meski belum ditemukan kasus positif. (m27)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved