Selasa, 5 Mei 2026

Respon Kapolri Usai Terima Surat dari GNB yang Minta Tahanan Demo Agustus 2025 Dibebaskan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menanggapi keinginan agar para tahanan yang ditangkap saat ikut demo di DPR pada Agustus 2025 lalu dibebaskan.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Miftahul Munir
AKTIVIS - Aktivis Gerakan Nurani Bangsa (GNB) sudah bersurat ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar membebaskan para tahanan yang ditangkap saat ikut demo di DPR pada Agustus 2025 lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Aktivis Gerakan Nurani Bangsa (GNB) sudah bersurat ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar membebaskan para tahanan yang ditangkap saat ikut demo di DPR pada Agustus 2025 lalu.

Jenderal Listyo membenarkan telah menerima surat dari salah satu toko GNB Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid terkait pembebasan tahanan massa demo.

"Tentunya saya menghormati, kita semua menghormati, namun tentunya beri kami kesempatan untuk mendalami seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi, sehingga kemudian kami bisa memutuskan apakah proses ini bisa kita tindaklanjuti dengan apa yang diajukan, yang diharapkan," katanya, Jumat (26/9/2025).

Listyo menerangkan, jika dalam proses pemeriksaan memenuhi syarat untuk penangguhan penahanan, maka pihaknya akan menjalankan prosedur tersebut.

Jenderal bintang empat menegaskan, jika menurut penyidik ternyata belum bisa dipenuhi penangguhan, maka pihaknya akan menjelaskan.

"Tapi yang jelas, sekali lagi, kami semua sangat menghormati apa yang menjadi aspirasi dari para tokoh gerakan nurani bangsa, kami apresiasi," tegasnya.

Baca juga: Aktivis HAM Sorot Reformasi Polri, Kapolri Keluarkan Surat Perintah Polisi Supaya Serius Berbenah

"Dan itu menjadi salah satu perhatian kami kepada seluruh anggota untuk kemudian menjadi rujukan, menjadi pertimbangan. Saya kira itu," tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) telah selesai menjenguk aktivis yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Selasa (23/9/2025), atas dugaan penghasutan aksi anarkistis akhir Agustus 2025 lalu.

Kunjungan ini dipimpin Sinta Nuriyah, istri Presiden keempat Abdurrahman Wahid bersama anaknya Inaya Wahid.

Hadir pula beberapa tokoh lainnya, seperti mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, eks Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas.

Kemudian akademisi Karlina Supelli, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, cendekiawan Komaruddin Hidayat hingga Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara. (m26)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved