Angka Kekerasan Seksual Tinggi, Perempuan Bangsa Susun Modul Anti-Pencabulan di Pesantren
Perempuan Bangsa mengadakan workshop anti-pencabulan untuk menanggapi tingginya angka kekerasan seksual di dunia pendidikan, terutama di pesantren.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perempuan Bangsa mengadakan workshop anti-pencabulan yang dirangkai dengan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) di Jakarta selama dua hari, 29-30 Agustus 2025.
Kegiatan tersebut menanggapi tingginya angka kekerasan seksual di dunia pendidikan, terutama di pesantren.
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh menyatakan workshop ini merupakan respons tegas dari pihaknya untuk turut serta menghapuskan praktik kekerasan seksual khususnya di dunia pesantren.
"Kami berharap agar pesantren dapat kembali menjadi rumah yang aman dan penuh kedamaian bagi para santri, tanpa adanya kekerasan yang dapat merusak masa depan mereka," kata Ninik di Jakarta, Sabtu (30/8/2025).
Kegiatan ini merupakan langkah konkret Perempuan Bangsa mengatasi praktik kekerasan seksual di lingkungan pesantren.
Selain itu juga menjadi sarana bagi ibu nyai dan ning memperkuat peran mereka dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan penuh keberkahan.
Para peserta workshop berhasil merumuskan sejumlah keputusan dan rekomendasi yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual di pesantren.
Salah satu hasil penting dari workshop ini adalah lahirnya modul anti-pencabulan di pesantren, yang disusun dengan melibatkan ratusan ibu nyai dan ning yang hadir.
Baca juga: Joko Anwar Puji Kualitas Sineas Indonesia Lewat JWC, Rasanya Seperti di Surga
"Modul ini kami harap dapat digunakan sebagai referensi dalam mendidik dan memberikan pemahaman kepada para pengasuh pesantren, santri, serta masyarakat sekitar untuk menghindari perilaku yang merugikan," tegas Ninik.
Perempuan Bangsa juga menyampaikan harapan besar bahwa pesantren dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi generasi penerus bangsa.
"Pesantren harus menjadi rumah yang melahirkan keberagaman, intelektualitas, dan karakter, serta menjadi benteng dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual," tambah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.
Pihaknya juga berkomitmen terus mengawal kemaslahatan dan kemajuan pesantren tidak hanya sekadar melalui kegiatan ini, namun juga dalam menjaga integritas dan moralitas dunia pesantren.
Perempuan Bangsa bertekad menciptakan perubahan yang signifikan demi masa depan pesantren yang lebih baik, dengan mengedepankan keselamatan dan keberlanjutan pendidikan yang penuh martabat.
"Kami akan terus berusaha memastikan bahwa pesantren tetap menjadi lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kemanusiaan, serta menjadi tempat yang aman bagi para santri dalam mengembangkan potensi mereka," tutup Ninik.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
Baznas Buka Beasiswa Santri 2025 untuk Meneruskan ke PTN, ini Syaratnya |
![]() |
---|
Ngaku Bisa Mengobati, Pemilik Lembaga Pendidikan Agama Cabuli Para Santri di Cianjur Jawa Barat |
![]() |
---|
Pria Ini Gagahi Anak Tiri Sambil Rekam Aksi dengan HP, Psikolog: Menyakitkan Korban dan Keluarga |
![]() |
---|
Foto-foto Forum Percepatan Transformasi Pesantren Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren |
![]() |
---|
CKG di Sekolah Keagamaan, Wali Kota Jakbar Minta Dekatkan Layanan untuk Pelajar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.