Demonstrasi

Demo Ricuh, Flyover Pejompongan hingga Rel Stasiun Palmerah Dikepung Api dan Asap Pekat

Pantauan Warta Kota di lokasi sekira pukul 16.30 WIB, terdengar letupan gas air mata dan petasan silih berganti dilepaskan.

|
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Nuriyatul Hikmah
DEMO RICUH- Suasana mencekam di kolong flyover Pejompongan, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2025). 

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG — Suasana mencekam terjadi di kolong flyover Pejompongan dan ruas rel kereta api Stasiun Palmerah arah Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) sore.

Pantauan Warta Kota di lokasi sekira pukul 16.30 WIB, terdengar letupan gas air mata dan petasan silih berganti dilepaskan.

Bersamaan dengan itu, ada sebuah benda yang terbakar api dilemparkan ke arah petugas yang berada di depan mobil taktis.

Seketika itu juga, asap hitam memenuhi kolong flyover tersebut hingga jarak pandang menjadi pendek.

Bongkahan batu, kayu, hingga serpihan petasan dan sampah-sampah pun langsung bertebaran di mana-mana.

Pasalnya, massa tak hanya melempar dari satu sisi saja, melainkan juga dari segala arah.

Meski serangan sempat melandai, namun penjagaan di area jalan strategis tersebut terus diperketat.

Polisi juga memecah tim menjadi beberapa bagian, hingga beberapa kali mengirim anggota keluar barisan untuk meletupkan gas air mata di sejumlah sisi.

Bahkan, petugas dari PT KAI yang berjaga di sekitar rel, langsung berhamburan naik lantaran lemparan petasan dan gas air mata sudah menjarah ke area rel kereta api.

Sebelumnya diberitakan, kericuhan terjadi di putaran Jalan Gatot Soebroto arah Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) sore.

Pantauan Warta Kota di lokasi sekira pukul 15.26 WIB, nampak massa yang rata-rata merupakan sipil dan pelajar, melempari aparat kepolisian bertameng yang tengah berjaga di sekitaran jalan tersebut.

Mereka melakukan penyerangan secara terpisah saat demo mahasiswa terkait penolakan tunjangan di depan DPR RI pecah.

Mulanya, massa bergerak dari arah Pejompongan menuju putaran Gatot Soebroto secara berkolompok.

Mereka melempari batu, kayu, hingga petasan silih berganti ke arah pasukan polisi bertameng.

Berjalan 5 menit, massa tersebut lantas mendapat tambahan pasukan dari sejumlah orang yang merangsek masuk lewat rel kereta yang mengarah langsung ke Stasiun Palmerah.

Banyaknya massa membuat polisi akhirnya menerjunkan dua unit kendaraan taktis untuk menghalau pergerakan massa.

Bahkan, saat petasan sudah secara intens diletupkan, polisi lantas menyemprotkan water cannon hingga meletupkan gas air mata yang membuat banyak warga marah.

Pasalnya, ada banyak warga yang menonton kericuhan ini dari atas flyover Slipi.

Mereka bahkan turut mengompori massa dengan bahasa kekesalannya terhadap pemerintah saat ini.

"Maju terus maju, hidup demokrasi!," ujar warga sembari memvideokan.

Saat gas air mata pecah, mereka lantas maju ke jajaran Brimob yang berada di lokasi. Mereka mengeluh perih lantaran turut terkena imbas gas tersebut.

"Kami cuma nonton, kenapa dipecahin gas air matanya?," seru salah satu pendemo. 

Dua orang terluka

Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Suasana yang semula dipenuhi orasi mahasiswa dan serikat buruh mendadak berubah tegang ketika barisan massa dan aparat keamanan saling berhadapan.

Pantauan di lapangan, kepulan gas air mata membubung di udara setelah polisi melepaskan tembakan ke arah kerumunan.

Massa yang berada di barisan depan tampak berlarian mencari perlindungan. Di tengah kekacauan itu, satu orang demonstran mengalami luka di bagian kepala.

Belum diketahui pasti penyebab luka tersebut, namun korban segera dievakuasi oleh rekan-rekannya ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Selain itu, tampak juga seorang demonstran lain terhuyung akibat terpapar gas air mata.

Matanya memerah dan sulit bernapas sehingga harus dibawa menjauh dari lokasi konsentrasi gas.

Beberapa relawan medis tampak sigap memberikan bantuan darurat, sementara sejumlah peserta aksi lainnya berusaha menenangkan massa agar tidak semakin panik.

Kericuhan ini menambah ketegangan di sekitar kawasan Senayan yang sejak siang sudah dipadati ribuan massa.

 Akses lalu lintas menuju Gedung DPR pun tersendat karena aparat memperketat barisan dan menutup sebagian jalan.

Hingga sore hari, situasi masih belum sepenuhnya kondusif.

Aparat keamanan terus berjaga dengan kendaraan taktis, sementara kelompok massa mencoba bertahan di sekitar area depan DPR.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved