Breaking News:

Bank DKI Hadirkan JakOne Abank, UMKM Bisa Jadi Agen untuk Transaksi Perbankan dan Dapat Komisi

Bank DKI memberikan kesempatan bagi para UMKM di Jakarta untuk bisa menjadi Agen melalui JakOne Abank.

Warta Kota/ Mochammad Dipa
Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Farid Wazdi (tengah) saat wawancara di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, dalam acara ‘Ngelapak Bareng Bang Ir’ yang tayang di kanal Youtube Warta Kota, Jumat (14/1/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM - Bank DKI memberikan kesempatan bagi para UMKM di Jakarta untuk bisa menjadi Agen melalui JakOne Abank.

JakOne Abank merupakan layanan perbankan tanpa kantor dimana Bank DKI hadir melalui Agen dengan menggunakan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) untuk pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran tagihan, hingga setor tunai dan transfer.

Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Farid Wazdi mengatakan, dengan menjadi JakOne Abank, nasabah atau pedagang yang menjadi Agen dapat melayani berbagai transaksi perbankan dari masyarakat.

“Misalkan nih para pedagang kan kalau sore banyak uang tunai yang terkumpul, nah salah satu UMKM bisa jadi agen JakOne Abank, jadi uang-uang tunai para pedagang atau nasabah Bank DKI bisa disetorkan melalui agen dan langsung dimasukkan ke rekening nasabah. Jadi pedagang-pedagang ini nggak perlu ke bank lagi,” ungkap Babay ketika ditemui Wartakotalive.com di kawasan Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (14/1/2022).

Babay menyebutkan, Bank DKI saat ini sudah punya 1200 agen Jak OneAbank dan akan terus bertambah jumlahnya pada tahun ini. Agen JakOne Abank juga bisa mendapatkan komisi dari setiap transaksi.

“Agen ini akan dapat benefit, misalkan ketika ada yang setor tunai nanti akan ada fee misalkan senilai Rp 1.000, Rp 2.000, nanti fee tersebut di sharing dengan Bank DKI,” sebut Babay.

Bagi pengusaha UMKM yang ingin menjadi Agen JakOne Abank dapat mendaftar melalui call center Bank DKI ataupun mendatangi kantor cabang Bank DKI terdekat.

“Syaratnya yang penting punya usaha, dia ada deposit ke Bank DKI sebesar Rp 2 Juta, nanti akan kita pasangin logo-logo Bank DKI,” ujar Babay.

Selain itu, lanjut Babay, Bank DKI juga akan mendorong penggunaan QRIS untuk transaksi non tunai di lapak-lapak UMKM.  “Akan kita perbanyak QRIS Bank DKI di lapak-lapak UMKM serta di Pasar Jaya,” ungkapnya.

Sistem dual banking leverage model                                                                       

Pada tahun ini, Bank DKI akan menerapkan sistem dual banking leverage model, dimana semua cabang Bank DKI yang konvensional dapat melayani syariah, baik untuk menabung dan kredit. “Dengan diterapkan dua sistem ini yang syariah juga akan terdorong,” kata Babay.

Dari sisi kredit, porsi penyaluran kredit yang disalurkan oleh Bank DKI Syariah di tahun 2021 lalu baru sekitar 13 persen atau sekitar Rp 6 triliun.

Nilai penyaluran kredit di Bank DKI syariah pada tahun 2021 sekitar 13 persen atau sekitar Rp 6 triliunan. “Kemarin kami total penyaluran kredit (konvensional dan syariah) Rp 38,7 triliun, berarti untuk konvensional sekitar Rp 32 triliun,” pungkas Babay. (dip)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved