Breaking News:

PSBB Jakarta

Faisal Basri Kritik APBN Lebih Berat ke Ekonomi daripada Kesehatan: Ada Menteri Asal Jeplak

“Istilah gas-rem itu kan juga dari presiden. Saya tidak setuju soal (istilah) gas-rem. Ini soal (nyawa) manusia

Youtube Narasi TV
Ekonom Faisal Basri kritik pemerintah soal kebijakan APBN penanganan Covid19 di acara Mata Najwa, Rabu (16/9/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Banyak yang mengeluh akibat PSBB jilid 2 yang diberlakukan kembali di Jakarta. 

Ada yang mengatakan hal itu banyak mempengaruhi perekonomian hingga IHSG merosot.  

Ekonom senior Faisal Basri melayangkan kritikan pedas kepada Presiden Jokowi di acara Mata Najwa Trans 7 Rabu (16/9/2020) tadi malam.

Acara yang dipandu Najwa Shihab ini mengulas PSBB Jakarta rasa kompromi. Apa sebenarnya yang terjadi?

Faisal Basri mengeritik istilah gas dan rem..

Duka Menyelimuti Benyamin Davnie Kala Sekda DKI Jakarta Tutup Usia karena Infeksi Covid-19

Giliran Ridwan Kamil sebut PSBB Total Biang Anjloknya IHSG, Lalu Beri Saran ke Anies Baswedan Begini

Gubernur Anies Dituding Penyebab Anjloknya IHSG, Wagub Ahmad Riza Kaitkan Kebijakan Jokowi

Celakanya, istilah gas dan rem di masa Pandemi Covid-19 ini datangnya dari Presiden Jokowi.

"“Istilah gas-rem itu kan juga dari presiden. Saya tidak setuju soal (istilah) gas-rem. Ini soal (nyawa) manusia. Pakailah istilah yang dipakai di kedokteran," kata Faisal Basri ," dikutip dari akun resmi twitter @matanajwa.

Faisal Basri juga menyebut pemerintah Indonesia cenderung mengutamakan perekonomian dibanding kesehatan warga.

Buktinya, yang banyak komentar di media saat ini adalah Menko Luhut Panjaitan dan Airlangga Hartarto. Dua-duanya menteri yang terkait dengan perekonomian.

“Jangan Luhut dan Airlangga terus yang banyak bicara. Yang bicara itu harusnya Anthony Fauci-nya," kata Faisal Basri.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved