Demo

Tuntut Transparansi Tender, Mahasiswa Geruduk ULP Barang Jasa Kabupaten Bogor

Tuntut Transparansi Tender Proyek, Puluhan Mahasiswa Geruduk ULP Barang Jasa Kabupaten Bogor

Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
DEMO - Puluhan mahasiswa dari Koalisi Indonesia Anti Korupsi (KIAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Kabupaten Bogor di Cibinong, Jawa Barat, pada Kamis (28/8/2025). Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut adanya transparansi dalam tender proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Puluhan mahasiswa dari Koalisi Indonesia Anti Korupsi (KIAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Kabupaten Bogor di Cibinong, Jawa Barat, pada Kamis (28/8/2025). 

Pantauan Wartakotalive.com, aksi unjuk rasa ini dimulai sekira pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh sekira 50 orang mahasiswa.

Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut adanya transparansi dalam tender proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bogor.

"Kami menemukan adanya praktek kolusi dan nepotisme dalam dugaan pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan ULP Barang dan Jasa Kabupaten Bogor," kata Fatuloh Fawait selaku koordinator aksi unjuk rasa di Cibinong, Kamis (28/8/2025).

Dia menambahkan pihaknya mencium adanya dugaan monopoli dan persekongkolan jahat untuk memenangkan sejumlah proyek di Kabupaten Bogor.

"Kami khawatir banyaknya proyek yang ditender ulang akan berujung pada penunjukan langsung pemenang tender," ujarnya.

Baca juga: Dokter Tifa Temui Orang Dalam, Ungkap Perintah untuk Penjarakan Akademisi

Praktek pengaturan proyek ini, lanjut dia, diduga melibatkan internal unit kerja ULP Barang/Jasa yang seharusnya netral. 

"Kami mendesak Bupati Bogor agar mencopot Plt. ULP Barang/Jasa, Yunus Iskandar, sebagai aktor utama dalam praktek kolusi dan nepotisme tersebut," jelas Fawait.

Menurutnya, praktek pengaturan proyek tersebut dapat berdampak terhadap persaingan usaha yang tidak sehat dan mencemari nama baik Bupati Bogor dan Pemkab Bogor.

"Praktek ini akan menurunkan kualitas bangunan dan jalan dengan kerugian mencapai ratusan miliar," beber Fawait.

Unjuk rasa ini diwarnai aksi bakar ban bekas di depan gerbang kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Kabupaten Bogor.

Dalam unjuk rasa ini, para mahasiswa sempat bersitegang dengan aparat kemananan dari Satpol PP dan polisi saat memaksa masuk ke dalam kantor ULP Barang/Jasa.

Setelah berhasil membuka paksa gerbang kantor ULP Barang/Jasa, para mahasiswa sempat terlibat aksi dorong-mendorong dengan Satopl PP dan Polisi.

Perwakilan mahasiswa akhirnya diperkenankan membacakan tuntutan mereka di halaman kantor ULP Barang/Jasa.

Namun mereka tidak berhasil menemui Plt. Kepala ULP Barang Jasa, Yunus Iskandar, untuk meminta klarifikasi.

Setelah membacakan tuntutan, massa aksi unjuk rasa membubarkan diri dengan tertib.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved