Rabu, 13 Mei 2026

Julo dan Pintu Kolaborasi Dorong Literasi Keuangan

Pintu dan Julo berkolaborasi meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dunia keuangan dan investasi di kalangan profesional.

Tayang:
Editor: Eko Priyono
Warta Kota/HO/Pintu
LITERASI KEUANGAN - Senior Vice President Strategy & Business PT Pintu Kemana Saja Andy Putra (kiri) bersama Presiden Direktur PT Julo Teknologi Finansial Harri Suhendra saat menghadiri Pintu "Goes to Office" di kantor Julo, Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (29/10/2025). Kedua platform tersebut berkolaborasi mendorong pemahaman masyarakat tentang dunia keuangan dan investasi di kalangan profesional. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Langkah mendorong pemahaman masyarakat tentang dunia keuangan dan investasi di kalangan profesional terus diupayakan pelaku industri keuangan digital.

Seperti yang dilakukan aplikasi investasi aset kripto, PT Pintu Kemana Saja atau Pintu. Berkolaborasi dengan platform kredit digital, PT Julo Finansial (Julo), Pintu menggelar program "Goes to Office" yang dilangsungkan di kantor Julo, Kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Andy Putra, Senior Vice President Strategy & Business Pintu mengatakan kegiatan ini merupakan program keempat Pintu Goes to Office yang telah mengedukasi hampir 300 karyawan.

"Kami mengapresiasi Julo yang telah memberikan kesempatan atas kolaborasi lintas sektor ini. Kolaborasi ini membuktikan kami bersama-sama mendorong akselerasi industri keuangan di Indonesia yang tidak hanya tumbuh dengan cepat namun seimbang dengan program edukasi dan literasi guna memperkuat dasar pemahaman masyarakat tentang dunia keuangan serta investasi," ujar Andy melalui keterangan yang diterima, Selasa (4/11/2025).

Harri Suhendra, Presiden Direktur Julo menyambut baik program tersebut. Menurutnya pemahaman keuangan bagi masyarakat dan inovasi di industri keuangan digital adalah hal yang perlu ditingkatkan.

"Kami berharap kolaborasi antarfintech seperti ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," ujarnya.

Aset kripto bertumbuh

Andy Putra menambahkan, industri keuangan digital Indonesia menunjukkan tren bertumbuh. Hal itu berdasarkan laporan Mordor Intelligence yakni industri fintech di Indonesia tahun 2025 diproyeksi mencapai Rp341,1 triliun.

Kemudian mengutip data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lanjut Andy, salah satu sektor industri fintech yakni fintech lending turut berkontribusi karena mencatatkan peningkatan total pembiayaan naik yang 27,93 persen atau Rp82,59 triliun per Mei 2025.

Selain itu, nilai transaksi industri kripto--termasuk industri fintech--per Januari-September 2025 mencapai Rp360,3 triliun. Data-data tersebut diklaim Andy menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap layanan fintech di Indonesia.

Andy menyebut kolaborasi edukatif menjadi bagian strategi perusahaan dalam memperluas pemahaman publik.

"Kolaborasi ini merupakan strategi kami dalam memperluas jangkauan edukasi kripto di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat agar dapat mengelola keuangan dan berinvestasi secara bijak terutama investasi pada aset kripto yang tidak hanya melihat peluang keuntungan, tetapi memahami potensi risikonya," ujar Andy

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Dapatkan informasi lain dari Wartakotalive.com lewat WhatsApp di sini

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved