Berita Jakarta

Rano Karno Ungkap Strategi Jakarta Kejar Posisi Kota Global, Kualitas SDM Hingga Ekonomi

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membahas strategi menjadikan Jakarta sebagai kota global kepada pelajar di Sekolah HighScope Indonesia (SHI)

Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
KOTA GLOBAL - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membahas strategi menjadikan Jakarta sebagai kota global kepada para pelajar di Sekolah HighScope Indonesia (SHI), Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membahas strategi menjadikan Jakarta sebagai kota global kepada para pelajar di Sekolah HighScope Indonesia (SHI), Jakarta Selatan. 

Berdasarkan Global Cities Index, Jakarta saat ini menduduki peringkat ke-74 dari ratusan kota di seluruh dunia.

Posisi ini menggambarkan ada peluang dan tantangan dalam memperkuat peran Jakarta di skala internasional.

Indeks tersebut menilai berbagai faktor, di mana salah satu dan utamanya adalah sumber daya manusia (SDM).

Untuk memenuhi indikator sebagai kota global, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini terus memperkuat program di bidang pendidikan, budaya, dan ekonomi.

Salah satu kriterianya yaitu kualitas sumber daya manusia (SDM) mencapai 30 persen, termasuk tingkat pendidikan penduduk di Jakarta.

“Agar bisa mencapai top kota global, sejumlah persyaratan harus dipenuhi seperti peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi dan penguatan budaya lokal,” ujar Rano lewat keterangan, Jumat (22/8/2025).

Kriteria lainnya yang harus dipenuhi adalah aktivitas bisnis mencapai 30 persen. 

“Selama 20-30 tahun ke depan, ekonomi Indonesia tidak akan berpindah dari Jakarta karena bank internasional masih berada di sini,” kata Rano.

Selain pengembangan SDM dan ekonomi, akses teknologi, internet, dan sistem keamanan juga menjadi bagian penting dari langkah Jakarta menuju kota global.

Baca juga: Kepada KPK, Lisa Mariana Janji Beberkan dan Serahkan Bukti Aliran Dana dari Ridwan Kamil

Sejumlah program konkret Pemprov DKI Jakarta dalam peningkatan kualitas SDM dalam sektor pendidikan adalah menambah jumlah penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) dari 500 ribu menjadi 700 ribu siswa.

Selain itu juga memberikan beasiswa kepada ribuan pelajar yang selama ini kesulitan melanjutkan pendidikan.

Dalam konteks penguatan pendidikan sebagai komponen kunci peningkatan SDM, peran institusi menjadi penting.

Sekolah HighScope Indonesia mendukung tujuan tersebut dengan fokus pada pengembangan kompetensi kognitif, sosial-emosional, literasi, serta kreativitas melalui pembelajaran berbasis proyek dan asesmen autentik.

Peran guru difokuskan sebagai fasilitator yang membimbing kemandirian dan keterampilan berpikir kritis, didukung praktik bilingual, integrasi teknologi yang relevan, serta keterlibatan orang tua. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved