Berita Jakarta

Cerita Anggota DPRD DKI Lukmanul Hakim Temukan Banyak Anak Putus Sekolah di Jakbar

Cerita Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim Temukan Banyak Anak Putus Sekolah di Jakbar: Saya Sempat Tak Percaya

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
PUTUS SEKOLAH - Anggota Komisi C DPRD Jakarta, Lukmanul Hakim bersama Zaki, salah satu anak putus sekolah di Balai RW 06 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (14/8/2025). Zaki adalah satu dari puluhan anak di Jakarta Barat yang putus sekolah. 

WARTAKOTALIVE.COM, CENGKARENG - Puluhan anak putus sekolah yang berkumpul di Balai RW 06 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat datang untuk mengikuti pendataan yang dihadiri oleh anggota Komisi C DPRD Jakarta, Lukmanul Hakim, Kamis (14/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Lukmanul bercerita jika isu putus sekolah tersebut terendus ketika ia tengah berkeliling wilayah Jakarta Barat sebelum reses dilakukan.

"Awal mulanya kami, saya ini, seminggu 2 kali, 2 malam, setiap Maghrib kami keliling. Tetapi sebelum saya keliling, setiap reses, karena di sini selalu ketemu adik-adik ini, tidak pernah ada cerita, ada putus sekolah," ujar Lukman saat ditemui di lokasi, Kamis.

"Tahu-tahu, saya malam ketemu dengan Zaki (anak putus sekolah). Zaki cerita, dia anak-anak yatim, bersama Okta juga, dia keliling jual kue," imbuhnya.

Dari obrolannya bersama Zaki dan Okta tersebut, Lukmanul baru mengetahui bahwa masih ada anak yang putus sekolah di Jakarta.

Meskipun, anggaran pendidikan Jakarta mencapai Rp 3,4 Triliun.

"Akhirnya saya umumkan di sini, siapa saja yang putus sekolah, segera datang. Yang masuk data sudah 48 orang, baru belum sebulan," jelasnya.

Lukmanul berujar jika sebenarnya ia tak menyangka karena masih ada anak putus sekolah di Jakarta.

Terlebih, mereka terpaksa putus sekolah lantaran beberapa faktor, mulai dari kemiskinan hingga belum mendapatkan kartu jakarta pintar (KJP).

Untuk itu, beberapa anak sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta oleh Lukmanul, hingga ia bisa bersekolah di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

"Sudah memberi respon, Dinas Pendidikan langsung, ada beberapa anak yang bisa bersekolah. Di Cengkareng di sini, saya enggak tahu persis, sekolahnya katanya di sekolah SKB 07," ungkapnya.

Lebih lanjut, Lukmanul menyebut jika setelah pendataan ini, pihaknya bakal membantu kembali siswa-siswa yang putus sekolah agar dapat fasilitas sesuai usianya.

Apakah ditempatkan di bangku SD, SMP, maupun SMA.

"Anak-anak ini ada juga yang belum dapat KJP. Kami minta pemerintah harus segera nih. KJP, termasuk kartu Jaklingko," kata dia.

"Jadi adik-adik ini nanti sekolahnya kan bisa naik Jaklingko. Karena jalan kaki kok mereka jauh. Mereka ini jalan-jalan kaki semua," imbuhnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved