HEBOH! Warga Adat Diduga Usir Wisatawan Raja Ampat Buntut Pencabutan IUP Nikel
Heboh sebuah video menarasikan sejumlah wisatawan diusir saat menyambangi wisata Raja Ampat di Provinsi Papua Barat Daya.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Heboh sebuah video menarasikan sejumlah wisatawan diusir saat menyambangi wisata Raja Ampat di Provinsi Papua Barat Daya.
Kedatangan mereka disebut-sebut diusir oleh warga adat yang kesal perekonomian mereka terganggu akibat pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) oleh pemerintah, Selasa (10/6/2025).
Pencabutan IUP ini buntut adanya isu pencemaran lingkungan akibat eksplorasi nikel di Raja Ampat.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI kemudian mencabut empat IUP milik perusahaan tambang nikel yang ada di sana karena dianggap menyalahi aturan.
Mereka adalah PT Anugerah Surya Pratama (ASP), PT Mulia Raymond Perkasa (MRP), PT Kawei Sejahtera Mining (KSM) dan PT Nurham
Sedangkan PT Gag Nikel, anak usaha PT Antam (Persero), Tbk telah memegang kontrak karya (KK) generasi VII serta rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2025.
Meski demikian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menghentikan eksplorasi tambang nikel oleh perusahaan tersebut.
Video yang menayangkan wisatawan diusir itu diposting ulang oleh akun Instagram @folkkonoha yang kemudian viral.
Baca juga: Tiktokers Papua Sarah Beatrix Terpukul Raja Ampat Dirusak Tambang Nikel
Baca juga: Inilah Profil 5 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat, 4 Izin Perusahaan Dicabut Prabowo
Dalam video itu terlihat sejumlah warga adat meminta para wisatawan untuk meninggalkan kawasan wisata tersebut.
Aksi pengusiran ini bukan tanpa alasan, karena warga adat menyampaikan tindakan itu merupakan bentuk protes atas kabar pencabutan IUP.
"4 Izin tambang ditutup, momen masyarakat adat lakukan pengusiran kepada wisatawan saat berlibur di Raja Ampat," demikian postingan akun tersebut yang dikutip pada Kamis (12/6/2025).
Diketahui, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mencabut empat IUP di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Pencabutan izin ini buntut adanya polemik di masyarakat yang khawatir, wisata alam di Pulau Piaynemo Raja Ampat rusak dan tercemar akibat eksplorasi nikel.
"Atas petunjuk Bapak Presiden, beliau memutuskan bahwa pemerintah akan mencabut izin usaha pertambangan untuk empat perusahan di Kabupaten Raja Ampat," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (10/6/2025).
Prasetyo mengatakan, keputusan ini diambil setelah Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas (Ratas) untuk membahas aktivitas pertambangan di Papua, pada Senin (9/6/2025) lalu.
Ratas ini juga membahas temuan yang didalami oleh anak buah Prabowo di lapangan soal aktivitas pertambangan nikel di Papua.
Baca juga: 4 IUP Raja Ampat Dicabut, Arief Rosyid Apresiasi Respon Cepat Prabowo dan Bahlil
Baca juga: Pemerintah Cabut 4 IUP di Raja Ampat, HIPMI: Biar Investor Patuh Hukum!
izin tambang nikel
Izin Usaha Pertambangan (IUP)
Raja Ampat
Papua Barat Daya
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Presiden RI Prabowo Subianto
| Setelah Bohongi Presiden! Menteri Bahlil Minta Maaf soal Pemulihan Listrik Aceh Tak Capai 93 Persen |
|
|---|
| Bahlil Percaya Diri Sebut Listrik Aceh Nyala 93 Persen! Warga: Mungkin di Peta, Bukan di Rumah Kami |
|
|---|
| Prabowo Minta Laporan Lengkap, Bahlil Ungkap PNBP Energi Sudah 85 Persen |
|
|---|
| Tinjau Pembangunan KPP Provinsi Papua Barat Daya, Wamendagri Ribka Minta Orang Asli Papua Dilibatkan |
|
|---|
| Senyum Bahlil Diteriaki “Hoaks”saat Bahas E10 di UMM, Jawab dengan Data |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Wisatawan-Raja-Ampat-Diusir-Warga-Adat-Setempat.jpg)