Rusuh Arema Persebaya

Bareskrim Polri Disebut Berjanji akan Terbitkan LP Tragedi Kanjuruhan pada Senin Lusa

Penulis: Ramadhan L Q
Editor: Feryanto Hadi
Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky saat di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2022)

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Bareskrim Polri disebut berjanji akan terbitkan laporan polisi soal Tragedi Kanjuruhan yang dilaporkan oleh Tim Gabungan Aremania (TGA).

Diketahui, laporan baru tersebut dibuat ke Bareskrim pada Jumat (18/11/2022) kemarin, tetapi belum ada kejelasan apakah laporan itu diterima atau tidak.

Sehingga mereka yang terdiri dari penyintas, keluarga korban, hingga Aremania kembali mendatangi Bareskrim, Sabtu (19/7/2022) siang.

 Namun, laporan tersebut tidak dapat diterbitkan pada hari ini.

Baca juga: Gilang Juragan99 Mundur sebagai Presiden Klub Arema FC, Imbas Tragedi Kanjuruhan?

"Tadi dapat jawaban, tadi yang menjawab langsung adalah Karobinopsnal Bareskrim Brigjen Daniel Tifaona. Beliau menyampaikan, LP tidak bisa diterbitkan pada hari ini karena hari ini tidak ada perwira yang stand by atau piket di SPKT," ujar Pendamping Hukum TGA, Anjar Nawan Yusky, Sabtu.

Atas hal itu, pihaknya akan kembali ke Bareskrim Polri pada Senin (21/11/2022) pukul 09.00 WIB untuk menerima laporan polisi.

"Sehingga apa solusinya? tadi ada sambungan telepon, kami sudah loudspeaker, semua korban dan keluarga korban sudah dengar, intinya kami akan kembali hari Senin. Beliau tadi janjikan Senin jam 9 pagi LP diterbitkan oleh Bareskrim Mabes Polri terhadap perkara Kanjuruhan," kata Anjar.

Anjar membeberkan poin laporan keluarga korban Tragedi Kanjurugan ke Bareskrim Polri.

Baca juga: Trauma Tragedi Kanjuruhan, Juragan 99 Mundur dari Jabatan Presiden Arema FC

"Kalau poinnya sudah saya sampaikan. Jadi inikan ada tiga hal, yang pertama tindak pidana yang mengakibatkan orang mati Pasal 338 dan 340 KUHP. Kemudian ada tindak pidana tentang korban luka sebagaimana diatur dalam Pasal 351, 353, dan 354 KUHP," ujar dia.

"Dan yang paling penting seperti kita hadirkan adik kita ini (menggunakan kursi roda), ini anak yang luka. Kami ajukan UU khusus yang mengatur perlindungan anak. Ini belum pernah disentuh, perkara yang berjalan di Jawa Timur pun tidak bicara soal pidana anak. Kami laporkan di sini. Jadi ada tiga itu," sambungnya.

Laporan baru yang dibuat kali ini, kata Anjar, bukan terkait pembunuhan berencana.

"Dan tadi informasinya rencana nanti LP yang diterima bukan mengenai pasal pembunuhan berencana. Dengan alasan secara administratif sudah ada LP yang sudah masuk dalam register Polri di Polres Malang," tutur dia.

"Intinya kan ada pasal lain yang kami rasa lebih tepat dikenakan pada aparat keamanan yang kami duga mereka sengaja menembakan gas air mata ke arah tribun sehingga mengakibatkan banyak jatuh korban jiwa maupun luka," lanjut Anjar.

Halaman
12