Rusuh Arema Persebaya

Tragedi Kanjuruhan, Pelatih Timnas U-17 Bima Sakti Punya Kesan Mendalam di Kota Malang

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhilah
Editor: Rendy Renuki
Pelatih Timnas Indonesia U-17 Bima Sakti punya kesan mendalam dengan Kota Malang dan menyimpan kesedihan atas tragedi di Stadion Kanjuruhan.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Indonesia U-17 Bima Sakti memiliki kesan mendalam dengan kota Malang, Jawa Timur.

Hal itu tak lain karena semasa aktif sebagai pesepak bola profesional, Bima Sakti pernah memperkuat salah satu klub dari Malang. Klub tersebut adalah Persema Malang.

Pria yang kini menginjak usia 46 tahun itu berseragam Persema Malang selama enam musim sejak 2006.

"Malang ini kota yang indah dan nyaman untuk tempat tinggal. Saya enam tahun di Persema Malang dan secara emosional sangat besar. Saya sampai punya rumah di sana," ucap Bima Sakti.

Hal itu dikatakannya pada sesi jumpa pers seusai timnas Indonesia U-17 menang telak 14-0 atas Guam dalam laga Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/10/2022).

"Malang memang nyaman dan memiliki atmosfer sepak bola yang nyaman," kata Bima Sakti.

"Memang suporter Persema jauh dari Arema, tetapi loyalitas mereka sangat luar biasa, untuk Arema juga," sambungnya.

Lebih lanjut, Bima Sakti tak bisa menutupi rasa sedihnya atas insiden yang terjadi seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022).

Sejumlah suporter yang kecewa karena kekalahan 2-3 Arema FC dari Persebaya Surabaya pun turun ke lapangan.

Atas kejadian itu lah, Pihak keamanan yang bertugas di Stadion Kanjuruhan lantas menembakkan gas air mata ke arah penonton.

Akibatnya, penonton yang berhamburan pun langsung berdesakan mencari pintu keluar Stadion yang berkapasitas 42 ribuan penonton itu.

Baca juga: Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll Ogah Bahas Sepak Bola Usai Tragedi Kanjuruhan

"Sedih, semoga tragedi ini jadi pembelajaran buat kita semua sebagai pelatih dan pemain," kata Bima Sakti.

"Kalau bisa suporter lebih respek agar bisa berada dalam satu stadion saling mendukung," pungkasnya.