Berita Nasional

Tantangan Menjaga Keberlanjutan Produksi Beras Indonesia Semakin Mendesak, Apa yang Harus Dilakukan?

Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Konsorsium Low Carbon Rice (KRKP, Perpadi dan PbN) dan Rikolto mengadakan diskusi publik dengan mengusung tema 'Tantangan dan Peluang Pengembangan Beras Berkelanjutan di Indonesia', Kamis (22/9/2022). Diskusi publik ini merupakan bagian dari kegiatan penelitian yang dilakukan KRKP terkait kebijakan dan persepsi publik terhadap kebijakan beras berkelanjutan.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tantangan dan kebutuhan menjaga keberlanjutan produksi beras di Indonesia semakin besar dan mendesak.

Hal tersebut terungkap saat Konsorsium Low Carbon Rice (KRKP, Perpadi dan PbN) dan Rikolto mengadakan diskusi publik dengan mengusung tema 'Tantangan dan Peluang Pengembangan Beras Berkelanjutan di Indonesia'.

Diskusi publik yang diadakan hybrid ini dihadiri 50 peserta dari berbagai kalangan seperti Bappenas, Kemenko Perekonomian, kementerian pertanian, badan pangan nasional, FAO, Food Station, hingga pemda, organisasi masyarakat sipil (CSO).

Baca juga: Salurkan Program Bansos untuk Gapoktan, Ganjar Pranowo Populerkan Beras Srinuk: Legend, Top Markotop

Baca juga: Produk Food Station Terbaru Beras Burasa Mempermudah Tukang Bubur Ayam untuk Wirausaha

Diskusi ini merupakan bagian dari kegiatan penelitian yang dilakukan KRKP terkait kebijakan dan persepsi publik terhadap kebijakan beras berkelanjutan.

Said Abdullah, Koordinator Nasional KRKP, mengatakan, diskusi ditujukan untuk menghimpun berbagai masukan dan gagasan dari berbagai pihak terkait pengembangan beras berkelanjutan.

Hal ini penting mengingat tantangan dan kebutuhan menjaga keberlanjutan produksi beras semakin besar dan mendesak.

Ilustrasi beras. (Freepik.com)

Tekanan seperti konversi lahan, ledakan hama penyakit, perubahan iklim, kesejahteraan petani dan guncangan situasi pangan global menjadi perlu segera menerapkan kebijakan dan model pertanian padi dan beras secara berkelanjutan.
 
"Hasil survai KRKP menunjukkan 92 persen responden menyatakan Indonesia perlu segera menerapkan model pertanian padi dan beras yang berkelanjutan dengan memperhatiakn paske lingkungan, social dan ekonomi," kata Said Abdullah.

Di sisi lain, sebanyak 44 % responden melihat bahwa pemerintah belum memiliki kebijakan khusus untuk hal itu.

Baca juga: Jadi Bahan Makanan Pokok di Indonesia, Simak Tips Bisnis Beras Eceran yang Menguntungkan

Baca juga: Resmi Dibuka, Pabrik Beras Berteknologi Jerman Diharap Bermanfaat Bagi Warga Kandang Haur Indramayu

Said Abdullah mengatakan, pada aspek sosial, 69 % responden setuju pendapatan petani hingga kini belum layak.

Salah satunya karena posisi tawar petani yang masih dinilai rendah oleh 71 % responden.

Dari aspek lingkungan, sebanyak 60 % responden setuju penggunaan input kimia memberi dampak negatif lingkungan dan kesehatan, dan 34,6 % responden menilai pemerintah perlu menjalankan standar pertanian beras berkelanjutan.

Konsorsium Low Carbon Rice (KRKP, Perpadi dan PbN) dan Rikolto mengadakan diskusi publik dengan mengusung tema 'Tantangan dan Peluang Pengembangan Beras Berkelanjutan di Indonesia', Kamis (22/9/2022). Diskusi publik ini merupakan bagian dari kegiatan penelitian yang dilakukan KRKP terkait kebijakan dan persepsi publik terhadap kebijakan beras berkelanjutan. (istimewa)

Muhammad Takdir Mulyadi, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, menyatakan perlu adanya upaya perubahan sistem budidaya pertanian secara utuh ke arah yang ramah lingkungan.

Pengalaman mengawal Program P4 (Pemberdayaan Petani, Pemasyarakatan PHT), melalui program P4 bisa menjadi jalan karena petani diajarkan untuk membuat sarana produksi ramah lingkungan dengan bahan-bahan yang ada di sekitar petani.

"Penguatan praktik pertanian padi dan beras berkelanjutan perlu melibatkan anak-anak milenial, milenial terlibat beranilah kita revolusi," kata Muhammad Takdir Mulyadi.

Baca juga: Polda Metro Jaya Gelontor 50 Ton Beras untuk Warga yang Hidupnya Hancur Akibat Kenaikan Harga BBM

Baca juga: Langkah Inovasi, HOKI Luncurkan Produk Kreasi Masakan Beras dan Varian Beras Terbaru

Halaman
12