Berita Viral

Seorang Jurnalis  Diduga Mendapatkan Perundungan Dari Oknum Pejabat Pemkab Karawang

Penulis: Joanita Ary
Seorang Jurnalis Diduga Mendapatkan Perundungan Dari Oknum Pejabat Pemkab Karawang

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA – Beredar di media sosial kesaksian dari seorang jurnalis wartawan Kabupaten Karawang mengalami dugaan perundungan dan penculikan dilakukan oleh oknum pejabat Pemkab Karawangan.

Korban tersebut bernama Gusti Sevta Gumilar, korban menyampaikan peristiwa yang dialami terjadi bermula saat acara peluncuran Persika 1951, salah satu klub sepak bola Karawang di liga 3.

Dalam unggahan pada akun instagram @forumwartawanpolri Gusti menceritakan ketika acara berlangsung, korban mengunggah kata-kata sindiran Persika melalui akun media sosial pribadinya.

Namun  unggahan itu rupanya  mengusik sejumlah ASN Pemkab Karawang yang kebetulan masuk dalam pengurus Askab PSSI Karawang.

Kemudian usai acara peluncuran Persika 1951 di Stadion Singaperbangsa Karawang pada Sabtu (17/9) malam, Gusti yang hadir dalam kegiatan itu dibawa orang yang mengaku suruhan pejabat Pemkab Karawang berinisial A.

Lalu Gusti dibawa ke bekas kantor PSSI Karawang, di dalam kantor tersebut  pintu langsung ditutup dan tidak diperboleh ada yang masuk selain orang orang dari yang mengaku suruhan pejabat berinisial A dan Gusti.

 

Dalam peristiwa ini telepon genggam milik Gusti juga dirampas saat berada di dalam kantor itu.

Selang beberapa saat korban mendapat penganiayaan berupa pukulan dari sejumlah orang yang berada di ruangan tersebut.

 

Lebih lanjut Gusti menceritakan jika  oknum pejabat A hadir di ruangan itu mencekokinya juga dengan air seni sebanyak tiga kali.

Selain itu Gusti pun mendapat hantaman kepala dan tinju di beberapa bagian tubuhnya.

 

Tidak hanya itu saja Gusti juga mendapat ancaman jika soal ia  melaporkan kejadian ini maka  keluarganya juga akan dihabisi.

 

Gusti akhirnya bisa keluar dari ruangan itu setelah dijemput oleh salah seorang keluarganya.

Sedangkan korban lainnya bernama  Zaenal dijemput dari rumahnya oleh sekelompok orang bersama oknum pejabat Pemkab pada Minggu dini hari.

Setelah berada di dalam mobil penjemput, Zaenal mendapat siksaan.