lifestyle

Smesco dan Lakon Indonesia Kolaborasi Hadirkan Siluet Aradhana

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Lilis Setyaningsih
kolaborasi Smesco dan Lakon Indonesia hadirkan fesyen show diberi tajuk Aradhana

WARTAKOTALIVE.COM, KELAPA GADING - Kementerian Koperasi dan UKM berkolaborasi dengan Smesco dan Lakon Indonesia untuk menghadirkan satu rangkaian siluet berjudul Aradhana dalam pagelaran fashion KRTA. 

Adapun KRTA sendiri merupakan salah satu hasil dari inisiatif 'Future Fashion' dari Smesco Labo yang digagas oleh Leonard Theosabrata selaku Direktur Utama Smesco Indonesia. 

Proyek ini bertujuan untuk memperkuat fungsi pembelajaran dan skill enrichment bagi pelaku industri kecil dan menengah. Sehingga dapat membantu usaha mereka di masa mendatang.

“Artinya kita membuka peluang kain tradisional tidak hanya dapat dipakai masyarakat daerah penghasil melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Leonard, melalui siaran pers, Selasa (16/11/2021). 

Baca juga: Lakon Indonesia akan mempresentasikan 130 koleksi Pakaian Siap Pakai di Candi Prambanan Nanti Malam

Baca juga: Koleksi PakaianKoe, Penanda Lakon Indonesia Bergerak ke Arah Tekstil Tradisional

Ada 60 looks koleksi Aradhana menggunakan wastra dari berbagai daerah di seluruh Indonesia terdiri dari batik, tenun ikat, songket, ulos, dan berbagai kain tenun lainnya. 

Proyek ini bertujuan untuk memperkuat fungsi pembelajaran dan pengayaan keterampilan bagi pelaku industri kecil dan menengah. 

“Diharapkan siluet ini dapat diterima sebagai Pakaian Indonesia yang baru dan dapat dipakai secara luas di seluruh Indonesia,” demikian dari pernyataan siaran pers tersebut. 

Koleksi ini juga akan dilengkapi dengan berbagai aksesoris dari mitra pendukung seperti tas dari UMKM daerah, dan sepatu dari Fortuna Shoes Indonesia. 

Kementerian Koperasi dan UKM berkolaborasi dengan Smesco dan LAKON Indonesia untuk menghadirkan satu rangkaian siluet berjudul Aradhana dalam pagelaran fashion KRTA. (istimewa)

SMESCO dan Lakon Indonesia bereksperimen teknik tradisional dan juga mempertimbangkan penggunaan berbagai bahan tekstil tradisional seperti batik, tenun ikat, dan songket. 

Hal ini dilakukan untuk mewujudkan tujuan kami membagikan berbagai hal yang dapat menjadi modal baru bagi mereka dalam mengembangkan usaha mereka dari masa ke masa. 

Founder Lakon Indonesia Thresia Mareta mengatakan Aradhana bagian dari perjalanan Lakon Indonesia dalam berbagai cerita dan ilmu yang dikumpulkan dari perjalanan sebelumnya. 

“Tema presentasi kami kali ini adalah Seen and Unseen, mengenai apa yang terlihat dan apa yang tidak terlihat, mengenai semua usaha yang kami lakukan di balik layar,” ucapnya. 

Baca juga: Ria Prawiro dan Mark Pattie Kembali Berkolaborasi Lewat Single Sepanjang Nafas

Baca juga: Ryan LH Gelar Pameran Foto Mobil Antik di Maranatha Art Space Bandung, Apa Keunikannya?

Semuanya ini sebenarnya memakan porsi yang sangat besar dan juga membutuhkan energi yang lebih banyak. Sehingga apa yang terjadi di balik layar tidak dapat terabaikan. 

Menurutnya, di sana tersimpan banyak cerita yang sebenarnya tidak ingin dilihat oleh mata, tetapi sangat penting artinya bagi ilmu pengetahuan, dan sangat berguna apabila dibagikan. 

“Perjalanan ini adalah bisikan-bisikan tanpa suara, yang mendorong cerita dari titik ke titik menghubungkan mimpin dan realita, diantara dua dunia dan inilah Aradhana,” ujarnya. (jhs)