lifestyle

Perlu Strategi yang Tepat Untuk Turunkan Konsumsi Garam tanpa Mengorbankan Palatabilitas

Penulis: Lilis Setyaningsih
Ilustrasi MSG

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Asupan garam yang tinggi selalu dikaitkan dengan penyakit hipertensi atau darah tinggi.

Namun garam penting terutama untuk penyumbang rasa.

Sebanyak bumbu yang masuk, masakan tidak akan pernah lezat ketika garam kurang karena hambar.

Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi sekaligus Kepala Divis Manajemen Pangan dan Kesehatan Lingkungan Institut Pertanian Bogor  Prof Ahmad Sulaeman mengatakan, diperlukan strategi untuk menurunkan asupan garam tanpa mengorbankan palatabilitas.

Baca juga: Larangan dan Anjuran Olahraga Bagi Penderita Hipertensi, Patuhi Demi Kesehatan Lebih Baik

Baca juga: Olahraga Ringan hingga Sedang Bagi Penderita Hipertensi dapat Mengontrol Tekanan Darah

Palatabilitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kemampuan untuk merasa, mencicipi, mengecap (makanan dan sebagainya).

"Gizi seimbang harus rendah garam, tapi enak dan lezat," ujar Ahmad Sulaeman dalam virtual media gathering event bersama Ajinomoto visitor center, belum lama ini.

Menu gizi seimbang yang enak dan lezat bisa diciptakan dengan cara, yakni memilih dan mengombinasikan aneka ragam pangan, memilih cara pengolahan, dan menambahkan bahan-bahan yang bisa menjadikan enak dan menguatkan rasa.

Selain itu, pilih pangan dan bumbu rendah atau tanpa sodium, hati-hati dengan pangan yang dicuring, diasap, atau diasin, batasi pangan olahan karena sering tinggi sodium, serta alternatif strategi yang dapat menurunkan asupan garam tapi sekaligus memperkuat rasa dan menambah rasa lezat yaitu dengan penggunaan senyawa umami semisal monosodium L-glutamate.

Baca juga: Konsumsi Garam Tidak Boleh Kelebihan atau Kekurangan, Ini Saran Ahli Penggunaan Garam  

Baca juga: Cara Mengurangi Garam Tanpa Mengurangi Kelezatan Makanan dan Tetap Bernutrisi

"Kenapa harus monosodium glutamat? karena MSG atau vetsin atau mecin membuat makanan menjadi enak dan lezat dan menambah citarasa baru yaitu umami atau gurih," katanya

Ia menambahkan, pentingnya makanan harus dibuat enak dan lezat karena makanan yang aman dan gizi seimbang tidak berguna kalau makanan tidak masuk mulut dan dimakan.

Halaman
123