Pinjol Resmi Tak Punya Kolektor Lapangan dan Hanya Lakukan Penagihan Lewat Telepon

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Budi Sam Law Malau
Ilustrasi pinjaman online.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ditengah banyaknya pinjaman online (pinjol) ilegal yang digerebek polisi, ternyata menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2021, ada 106 perusahaan penyedia jasa pinjaman online (pinjol) yang legal atau resmi atau terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Satu diantara ratusan perusahaan pinjol tersebut adalah AdaKami. Perusahaan ini terdaftar di OJK sejak Desember 2018 dan berhasil memperoleh sertifikasi berizin dalam kurun 1 tahun di Desember 2019.

Menurut Jonathan Krissantosa sebagai Business Development Manager Adakami, ada sejumlah aturan main yang harus dijalankan oleh para calon nasabah yang ingin mengajukan pinjaman. 

Adapun aturan main yang dimaksud berupa peminjam harus mempertimbangkan bunga pinjaman dan biaya lainnya disesuaikan dengan kemampuan melunasi pinjaman.

Baca juga: Lagi Kantor Pinjol Ilegal Digerebek Polisi, Kali Ini di Kos-kosan di Cengkareng

Baca juga: Catat! Ini Akun Instagram dan Nomor WhatsApp untuk Adukan Pinjol Ilegal

Selain itu, Jonathan juga meminta kepada pada calon nasabah untuk memperhatikan pokok dan bunga pinjaman dibayarkan sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati. 

"Kerugian yang timbul akibat kegagalan membayar pinjaman akan dibebankan kepada peminjam," kata Jonathan saat dihubungi pada Selasa (26/10/2021). 

Perihal proses penagihan, kata Jonathan, pihak AdaKami hanya melakukan penagihan melalui panggilan telepon dan tidak memiliki kolektor lapangan. 

"Semua proses penagihan diawasi oleh tim QC AdaKami yang berpegang pada pedoman kode
etik yang dikeluarkan oleh AFPI untuk memastikan bahwa proses penagihan sudah dilakukan dengan baik dan sesuai aturan," jelasnya. 

Baca juga: Polisi buat Aplikasi Bedakan Mana Pinjol Legal dan Ilegal, Reputasi Pinjol Sehat Ada Bintangnya

Selain menggunakan media sosial sebagai tempat promosi, AdaKami juga melakukan penawaran pinjaman melalui SMS.

"SMS hanya untuk nasabah yang sudah terdaftar di aplikasi AdaKami dan AdaKami tidak pernah mengirimkan SMS penawaran kepada non-pengguna AdaKami," ucap Jonathan. 

Halaman
12