Diajak Presiden Joko Widodo ke Dubai, Jadwal Ridwan Kamil Berkantor di Pemkab Bekasi Kembali Diundur

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Umar Widodo
Gubernur Ridwan Kamil akan menunda kembali rencananya berkantor di Pemkab Bekasi karena harus mengikuti kunker Presiden Joko Widodo ke Dubai

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pejabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengonfirmasi perihal jadwal Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang berencana berkantor di Pemkab Bekasi pada akhir Oktober ini.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, Ridwan Kamil diangendakan berkantor pada tanggal 12-16 Oktober lalu.

Namun, dikarenakan kontingen Jawa Barat meraih gelar juara umum dalam gelaran PON XX Papua, maka agenda tersebut harus diundur.

"Karena waktu itu Pak Gubernur menghadiri upacara penutupan PON di Papua pada 15 Oktober, maka agenda ke Bekasi digeser antara tanggal 25 sampai 29 Oktober," tutur Dani saat dikonfirmasi, Minggu (24/10/2021).

Meski begitu, kunjung Ridwan Kamil ke Pemkab Bekasi kembali harus diundur setelah Bupati menerima informasi bahwa gubernur diharuskan berpartisipasi dalam kunjungan kerja ke luar negeri bersama Presiden Joko Widodo.

"Namun ternyata beliau harus mengikuti kunjungan kerja Presiden ke Dubai, dari tanggal 28 Oktober sampai 9 November, sehingga agenda ngantor di Pemkab Bekasi kembali diundur setelah kunker tersebut," katanya.

Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Sebelumnya, Pemkab Bekasi telah mengajukan rencana kegiatan terkait kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang bakal berkantor di Pemkab Bekasi.

Selain untuk mendukung kinerja pejabat Bupati yang baru menjabat selama 2 bulan, kunjungan Ridwan Kami juga diharapkan bisa mencarikan solusi berbagai permalasahan yang terjadi di Kabupaten Bekasi.

Agenda yang diajukan yakni beberapa permasalahan yang memerlukan koordinasi tingkat tinggi sehingga persoalan tersebut bisa langsung didengarkan oleh gubernur sehingga cepat diselesaikan.

Beberapa hal yang akan ditangani langsung oleh Ridwan Kamil di antaranya minimnya penyerapan tenaga kerja lokal di kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara tersebut, beserta persoalan pokok lainnya yang terjadi di Kabupaten Bekasi. (abs)