Pelaku Rasisme di Kota Bekasi Ditangkap Saat Asyik Karaoke di Jawa Tengah

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Budi Sam Law Malau
Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing memperlihatkan foto pelaku rasisme yang berhasil ditangkap.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI -- Pelaku rasisme di Kota Bekasi yang sempat viral di media sosial, berhasil ditangkap Polres Metro Bekasi Kota. Pelaku berinsial VLL (50) dan diamankan di wilayah Jawa Tengah.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Aloysius Suprijadi mengatakan pelaku diamankan saat tengah berkaraoke di salah satu tempat karaoke di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal pada Minggu (17/10) kemarin.

"Kita melakukan pengejaran mengamankan tersangka kemarin hari Minggu tanggal 17 di daerah Slawi Jawa tengah. Saat ini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan," kata Aloysius Suprijadi, Senin (18/10/2021).

Kasus rasisme ini dikatakan Aloysius, berawal ketika VLL memergoki seorang pria yang berada di proyek gorong-gorong Lagoon, diduga sedang melakukan aksi pencurian. Hanya saja, saat itu VLL justru memberikan umpatan dan perkataan rasis.

Baca juga: Natalius Pigai Bantah Cuitannya Rasis, Abdillah Toha Sebut Lebih Berbahaya dari Pemberontak Papua

Baca juga: Papua Trending, Mensos Risma Dituding Rasis karena Sebut Papua Sebagai Tempat Pembuangan ASN

Video perkataan yang diucapkan oleh VLL ini pun sempat viral di media sosial hingga mengakibatkan beberapa masyarakat yang tersinggung mengecam atas aksi VLL itu. Sehingga beberapa kelompok massa pun melakukan pelaporan atas perkataan rasisme itu.

"Dia mengumpat dengan kata-kata yang bersifat sara, kejadian tersebut direkam dalam video yang kemudian viral. Lalu pelaku ini dilaporkan ke polisi," ujarnya.

Diungkapkan Aloysius, Satreskrim Polres Metro Bekasi kota juga telah mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, satu buah flashdisk yang berisi rekaman, dan satu buah baju milik tersangka yang berada dalam video tersebut.

Baca juga: Kawanan Begal di Flyover Cibatu Bekasi Diciduk Polisi dari Rumahnya, Dua Pelaku Masih Berusia Remaja

"Terhadap pelaku dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat bermusuhan, dan perbuatan yang disertai dengan ancaman dengan kekerasan diancam hukuman dengan paling lama 5 tahun penjara (335 KUHP)," ucapnya. 

Massa Ormas 

Buntut seorang pria yang mengucapkan nada rasis terhadap suku Betawi, sekelompok massa mengatasnamakan Warga Betawi mendatangi Polres Metro Bekasi Kota pada Kamis (14/10) sore lalu.

Halaman
12