UMKM

Keripik Pisang Asli Produk UMKM Kabupaten Bekasi Sudah Siap untuk Merambah ke Negara Korea Selatan

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Sigit Nugroho
Keripik pisang gurih

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG - UMKM di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadikan keripik pisang menjadi salah satu produk unggulan.

Saat ini, keripik pisang buatan UMKM asli Kabupaten Bekasi bersiap merambah pangsa pasar internasional di negara Korea Selatan.

Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Bekasi, Jon Soni, mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan proses kurasi kepada 19 pelaku UMKM keripik pisang.

Proses kurasi digelar agar nantinya salah satu dari pelaku UMKM keripik pisang bisa masuk pasar Internasional melalui forum Indonesia-Korea Selatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

Baca juga: Gibran Rakabuming Gandeng Asosiasi E-Commerce Indonesia Digitalisasi UMKM

Baca juga: Satpol PP Buat Program Jumat Barokah Dengan Membeli Produk UMKM 

Baca juga: Layani Masyarakat, Saat Ini Satpol PP Buat Program Jumat Barokah Dengan Membeli Produk UMKM Kecil  

"Kemarin, kami kumpulkan mereka di kantor Kadin untuk pembinaan dan kurasi agar standarisasi kualitas ekspornya ketemu. Ini adalah lanjutan dari program IK-CEPA, jadi nanti akan ada perjanjian dagang antar dua negara melalui forum tersebut yang mendorong UMKM di Jawa Barat bisa ekspor ke pangsa pasar di Korea Selatan," kata Soni saat ditemui, Sabtu (16/10/2021).

Program kurasi dilakukan bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) serta Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi.

Ada pun 19 pelaku UMKM yang bersaing berasal dari Kecamatan Tambun Selatan, Cibarusah, Cibitung dan lainnya.

"Ada Tambun Selatan, Cibitung, ada 19 UMKM keripik pisang, namun harus diputuskan hanya 1 pelaku usaha yang paling unggul sebagai perwakilan dan 18 lainnya mendukung. Pemenangnya belum ditentukan, masih proses kurasi. Karena nanti yang memutuskan dari pemda," tutur Soni.

Dalam hal ini, Kadin berperan untuk menjembatani dan memberikan informasi terkait standar baku mutu dan kualitas produk yang layak untuk bersaing di pasar internasional.

"Standar baku mutu untuk pasar internasional sudah pasti berbeda, terkait kualitas, packaging, dan standar halalnya agar bisa memenuhi standarisasi baku pasar di sana. Kalau yang saya lihat dari diskusi IK-CEPA di Bandung, produk keripik pisang kita sangat diminati. Jadi harus kota dukung," papar Soni.