Lifestyle

Biopsi Bukan Penyebab Terjadinya Kanker Payudara, ini Penjelasan Ahli Mengapa ada Anggapan itu

Penulis: Lilis Setyaningsih
Ilustrasi kanker payudara

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Ada ketakutan pada perempuan ketika dokter meminta dilakukan biopsi ketika dicurigai adanya kanker payudara.

Salah satunya ada anggapan dengan biopsi justru terjadi kanker payudara.

Dokter Bedah Onkologi dr. Bob Andinata, SpB(K)Onk mengatakan, ketika ada kecurigaan  yang terjadi di payudara, dokter sebenarnya tidak langsung menyarankan dilakukan biopsi.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, USG (ultrasonografi), mamografi, dan MRI (magnetic resonance imaging). Dari beberapa pemeriksaan tersebut ternyata sudah bisa mendapatkan hasil apakah benjolan tersebut jinak atau ganas, dokter tidak akan melakukan biopsi.

Baca juga: Deteksi Kanker Payudara dengan Sadari dilakukan Rutin Tiap Selesai Haid, kapan yang Menopause?

Baca juga: Edukasi Deteksi Kanker Payudara di Kemasan Charm Kerjasama dengan YKPI, Ingatkan untuk Sadari

Biopsi akan dilakukan ketika dilakukan pemeriksaan tersebut,  ternyata cenderung ke arah kanker.

Dokter Bob mengatakan, ada anggapan masyarakat yang membuat kanker payudara menjadi lebih berat karena biopsi tidak salah.

Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan dari payudara untuk mendeteksi adanya kanker atau bukan. Caranya dengan memasukan jarum ke tumor tersebut.

Ketika jarum itu ditarik atau dilepaskan, secara otomatis jarum itu ‘membuka tembok atau dinding’ jaringan. Ketika jaringan itu menjadi terbuka oleh jarum tersebut, sel kanker  itu akan ke mana-mana, dan mempercepat terjadinya penyebaran (metastasis).

Buku tentang kanker payudara berjudul 'Kenali dan Hadapi Kanker Payudara, Panduan Lengkap untuk Pasien Kanker Payudara. Buku disusun Retno Kustiati-penyintas kanker payudara. Tim editor yaitu dr Bob Andinata SpB(K)Onk, dr Alif Rizky Soeratman SpB, dan dr Jeremy Romeo Partahi. (Istimewa)

Tentu saja, dokter tidak akan diam saja dengan kondisi tersebut. Sehingga setelah dibiopsi, dokter akan melakukan beberapa treatment agar perkembangan kanker tidak menyebar.

Penyebaran sel kanker  itu biasanya bisa terjadi setelah satu bulan setelah biopsi. Ketika dokter melakukan treatment khusus pasca biopsi, kejadian penyebaran akibat biopsi tidak terjadi.

Halaman
123