Kolom Trias Kuncahyono

Omongan Pakde, Benar

Editor: Hertanto Soebijoto
Negara-negara yang terletak jauh dari garis khatulistiwa mempunyai empat musim: musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Foto: Ilustrasi.

Walaupun sedikit bergeser, tetapi musim tetap pasti. Kapan hujan turun, kapan salju turun, kapan daun-daun rontok berguguran, kapan Matahari memuaskan dirinya menyinari Bumi dan sebagainya. .

Kapan bunga sakura bermekaran. Kapan, pohon rambutan berbuah. Semua lumayan pasti.

Tidak demikian halnya dengan korupsi. Korupsi sama sekali tidak mengenal musim. Ia tidak mengenal musim tertentu.

Bahkan di “musim” pandemi seperti sekarang ini, korupsi jalan terus, seperti iklan minuman saja; kapan saja, di mana saja, siapa saja.

Ke mana uang besar, dalam jumlah banyak mengalir, korupsi biasanya mengikuti. Jadi tidak mengherankan jika pandemi Covid-19 pun menarik penjahat.

Tak peduli, pandemi itu telah merenggut begitu banyak nyawa, membuat jutaan orang menderita, menghancurkan mata pencaharian jutaan orang, menghambat kemajuan, para koruptor tetap “beroperasi.”

Mereka tidak akan menarik garis pemisah dan mengatakan, “Tidak, ini tidak akan kami curi”.

Bagi para koruptor, tidak ada sesuatu yang begitu sakral yang tidak akan disentuh.

Beragam teori tentang korupsi dan contoh perilaku non-koruptif pernah “dihujankan” oleh para pemikir dan tokoh dunia seperti Nizam al-Mulk atau Kautilya.

Berhasilkah semuanya itu? Ya dan tidak: ada yg berhasil ada yang gagal.

Halaman
1234