Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Kurang dari 2.000, Anies Ingatkan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berada di SMPN 289, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (26/9/2021).

WARTAKOTALIVE.COM, CILINCING - Jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta terus mengalami penurunan.

Bahkan setelah 1,5 tahun berlalu, jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sudah tidak lagi menyentuh angka 2.000. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan jumlah kasus aktif Covid-19 sudah mengalami penurunan signifikan dan hanya ada 1.972 kasus per Sabtu (25/9/2021).  

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 Hanya 0,23 Persen, Rahmat Effendi Kekeuh Minta Tempat Hiburan Dibuka 

“Kasus aktif kita ini 1.972, terakhir kali kasus aktif di bawah 2.000 itu tanggal 14 april 2020. Jadi sudah 1,5 tahun yang lalu kita di bawah 2.000,” ujar Anies, di SMPN 289, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (26/9/2021). 

Anies menambahkan wilayah DKI Jakarta untuk penanganan Covid-19 sudah sangat terkendali. Ia beralasan angka penyebaran Covid-19 sudah kecil di bawah ambang batas. 

“Karena ukuran wabah terkendali bila positivity rate ada di bawah 5 persen, dan DKI Jakarta ini positivity rate-nya 0,7 persen,” kata Anies. 

Baca juga: Infeksi Covid-19 Masih Mengintai, Jangan Kendur untuk Tetap Memperkuat Imunitas Tubuh

Angka itu dapat dipertanggungjawabkan karena jumlah testing di DKI Jakarta mencapai angka 11 kali lipat lebih tinggi dari standar WHO. Meski begitu positivity rate-nya hanya 0,7 persen. 

“Tetapi bukan berarti kita meninggalkan protokol kesehatan. Jadi masker tetap dipakai, jarak tetap dijaga dan hindari kegiatan yang berpotensi penularan,” sambung Anies.

Anies pun berharap agar jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta dapat terus turun hingga akhirnya pandemi segera berakhir dan kehidupan bisa kembali berjalan normal. 

“Mudah-mudahan ini bisa terus makin melandai hingga akhirnya benar-benar kita bisa turut lagi menyaksikan adanya (penurunan) kasus yang signifikan di Jakarta,” ujarnya.