Pintu Maaf Luhut Untuk Haris Azhar Terbuka Lebar, Ini Syaratnya

Penulis: Desy Selviany
Editor: Budi Sam Law Malau
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan dua pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2021

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pintu maaf dari Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya, masih terbuka lebar.

Asalkan, Haris mau meminta maaf dan mengkoreksi pernyataanya di konten Youtubenya bersama Koordinator KontraS Fatia Maulidianti, yang dianggap Luhut memuat berita kebohongan.

Kuasa hukum Luhut, Juniver Girsang mengatakan bahwa pihaknya sejak awal sudah mengajukan mediasi terhadap Haris dan Fatia atas konten Youtube berjudul 'Ada Lord Luhut  Dibalik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!'.

Namun kata Juniver, tawaran mediasi itu tak disambut baik.

"Kami sudah tahu apa yang disampaikan tidak benar, kok jadi kami ini yang disuruh menghadap. Oleh karena itu, maka prosesnya diselesaikan secara proses hukum," tutur Juniver dikonfirmasi Minggu (25/9/2021).

Namun kata Juniver, Luhut selalu membuka peluang pengakuan permintaan maaf dari Haris dan Fatia.

Syaratnya, Haris dan Fatia mau mengkoreksi pernyataan tentangnya yang sempat dilayangkan di konten Youtube tersebut.

Selain itu, Haris dan Fatia juga diharuskan meminta maaf secara terbuka ke publik atas konten tersebut.

"Dia hanya koreksi jangan sembarangan menyampaikan statemen yang telah menciderai seseorang atau memfitnah orang lain. Itu saja yang dia imbau," jelasnya.

Luhut juga meminta agar Haris jangan sembarangan menyampaikan statemen yang telah menciderai seseorang atau memfitnah orang lain.

"Iya silakan saja asal tulus minta maaf. Jangan berputar-putar," kata Juniver.

Seperti diketahui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan dua pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke Polda Metro Jaya. (Des)