Gempa Agam

WARGA Berhamburan Keluar Rumah, Gempa Magnitudo 5,2 di Agam Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia

Editor: Hertanto Soebijoto
BMKG merilis kejadian gempa bumi bermagnitudo 5,2 di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Minggu (12/9/2021) pukul 16.02 WIB. Ilustrasi gempa

WARTAKOTALIVE.COM, AGAM -- Peristiwa gempa bumi berkekuatan 5,3 magnitudo mengguncang Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Ahad (12/9/2021) petang sekitar pukul 16:02 WIB.

Akibat diguncang gempa bumi berkekuatan 5,3 magnitudo, warga Kabupaten Agam berhamburan ke luar rumah.

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis kejadian gempa bumi bermagnitudo 5,2 di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Minggu (12/9/2021) pukul 16.02 WIB.

Gempa yang terjadi di laut berjarak 42 kilometer arah Barat Daya Kota Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Australia," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno.

Keterangan tersebut dituliskan Bambang Setiyo Prayitno dalam rilis pers BMKG yang diterima di Padang, Minggu, setelah gempa bumi.

Baca juga: Gempa Bumi Guncang Cilacap, Dirasakan di Beberapa Kota Lain di Pesisir Pulau Jawa Bagian Selatan

Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 6,5 Sulteng, Warga Pesisir Bolaang-Bunta Diminta Jauhi Pantai

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,2 itu terjadi sekitar pukul 16.02 WIB dan mengagetkan warga setempat.

Bambang menerangkan dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik mendatar (Oblique thrust fault).

Baca juga: Gempa Banten 5.2 SR Senin Siang Membuat Warga Pandeglang Panik Keluar Rumah

Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa dengan kedalaman 57 kilometer tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di daerah Agam, melainkan juga warga di Bukittinggi, Payakumbuh, Solok Selatan, Padang, Padangpanjang, hingga Muko-Muko Bengkulu.

Halaman
12