Virus Corona Jabodetabek

RSDC Wisma Atlet Kemayoran Tak Kurangi Nakes Meski Jumlah Pasien Covid-19 yang Dirawat Menurun

Penulis: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yaspen Martinus
Kepala Humas Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Mintoro Sumego mengatakan, fasilitas sarana dan prasarana yang disiapkan untuk para pasien, cukup sampai tiga bulan ke depan.

Sedangkan pasien yang sembuh dan boleh dinyatakan pulang sebanyak 321 orang. Lalu, ada 8 pasien yang meninggal dunia.

Baca juga: Dua Bulan Kerja Tak Digaji, 9 Korban Baru Sadar Ditipu Anggota Satpol PP Gadungan

Di Rusun Nagrak, tingkat keterisian tempat tidur sebanyak 115 orang, dengan rincian 76 laki-laki dan 39 perempuan.

“Jumlah pasien turun banyak. Mudah-mudahan akan terus turun,” harap Sumego.

Walau jumlah pasien Covid-19 mengalami tren menurun, jumlah kapasitas tempat tidur yang disiapkan tetap di angka maksimal 7.894.

Baca juga: Wagub DKI Bilang Revisi Perda 2/2020 Mendesak untuk Mempercepat Penurunan Kasus Covid-19

Semego menduga, menurunnya pasien Covid-19 yang dirawat di ruangan isolasi terpusat, disebabkan mayoritas pasien menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Bisa jadi beberapa pasien tanpa gejala itu dirawat di tingkat RT ataupun RW, guna menjalani isolasi mandiri,” duga Sumego.

Dosen di Akademi Keperawatan RSP TNI AU Jakarta ini juga menjelaskan, waktu normal yang harus dijalani para pasien yang melakukan isolasi mandiri selama 10 sampai 15 hari.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 195 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Jawa Tengah dan Jawa Timur Paling Membara

Di lantai dasar Tower 1, terlihat ratusan tempat tidur yang ditumpuk.

Kata Sumego, tempat tidur itu berasal dari sumbangan pihak swasta dengan jumlah 510 unit.

Rencananya, bed itu akan dipersiapkan untuk ICU di RSDC Wisma Atlet.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Cuma Ada di Pegunungan Arfak Papua Barat

“Untuk di Rusun Pasar Rumput dan Rusun Nagrak, memang dipersiapkan kalau nanti ada pelonjakan lagi,” terang Sumego.

Halaman
1234