Virus Corona

Kabareskrim Duga Oknum Rumah Sakit dan Nakes Mainkan Harga Obat dan Alkes di Masa Pandemi

Editor: Yaspen Martinus
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menduga tingginya harga obat maupun alat kesehatan di masa pandemi, dipengaruhi oknum rumah sakit maupun tenaga kesehatan yang memainkan harga.

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menduga tingginya harga obat maupun alat kesehatan di masa pandemi, dipengaruhi oknum rumah sakit maupun tenaga kesehatan yang memainkan harga.

"Menurut saya (tingginya harga obat dan alkes) melibatkan banyak pihak."

"Termasuk jaringan ke RS atau oknum nakes," kata Agus kepada wartawan, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Panglima TNI Targetkan 70 Persen Warga Jakarta Sudah Divaksin Covid-19 Sebelum 17 Agustus 2021

Agus memahami tingginya harga obat-obatan ataupun alat kesehatan juga dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan pasar.

"Bahwa harga memang terjadi mekanisme hukum ekonomi, sediaan terbatas, mungkin yang perlu banyak maka harga naik," ucapnya.

Namun demikian, pihaknya juga telah menurunkan tim khusus untuk mengawasi distribusi hingga penjualan obat-obatan dan alkes di masyarakat.

Baca juga: Kabur dari Lapas Abepura pada 8 Januari 2016, Teroris KKB Osimin Wenda Diciduk di Puncak Jaya Papua

Pemerintah, kata Agus, juga telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk sebagian obat-obatan yang dijual di pasaran.

Hal itu untuk mencegah adanya oknum yang mengambil keuntungan di tengah pandemi Covid-19.

"Makanya kita lakukan langkah pengawasan, penyelidikan dan penindakan yang menjual dengan harga di atas HET, dan dilakukan oleh yang tidak berhak," tuturnya.

Daftar Harga Eceran Tertinggi 11 Obat Covid-19

Halaman
1234