Virus Corona

Jeritan Hati Pengojek Online Soal PPKM Diperpanjang: Mau Gimana Lagi, Kami Harus Tetap Jalan

Penulis: Ramadhan L Q
Editor: Max Agung Pribadi
Sujarwo (45), pengojek online mengaku PPKM darurat diperpanjang akan menambah sulit kehidupan pengojek online. Namun ia dan teman-teman siap menghadapi kesulitan itu dengan tetap beroperasi di jalanan.

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Masyarakat tengah diramaikan kabar soal perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat hingga enam minggu.

Hal itu berdasarkan bahan paparan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin (12/6/2021).

Risiko pandemi Covid-19 yang masih tinggi, khususnya muncul varian baru, membuat pemerintah berencana memperpanjang PPKM Darurat.

Baca juga: Terbantu Pemesanan Ojek Online, Sejumlah Tenant di Mall BXC Pondok Aren Tangsel Masih Buka

Hal tersebut mendapat respons dari berbagai kalangan, diantaranya adalah driver ojek online atau ojol.

Sujarwo (45) mengatakan bahwa dirinya tidak masalah dengan kebijakan itu demi menjaga kesehatan masyarakat.

Namun, jika PPKM Darurat diperpanjang, hal ini membuat pendapatannya kian menurun.

Baca juga: Penerima BLT UMKM Senilai Rp 1,2 Juta Bisa Cek Online di BRI dan BNI Pakai Nomor KTP, Begini Caranya

Saat ini ia dan kawan-kawan senasib menjerit dihimpit kesulitan ekonomi.

“Kalau saya pribadi demi kesehatan sih nggak masalah, soalnya Covid-19 masih ada,” katanya kepada Wartakotalive.com, Selasa (13/7/2021).

“Cuman dalam kesejahteraan sosial sekarang ini ya saya sebagai ojol ini menjerit,” lanjut pria yang sudah menjadi driver ojol sejak 2019 itu.

Baca juga: Selain Penumpang KRL, Dishub DKI Wajibkan Ojol dan Taksi Online Kantongi STRP Jika Ingin ke Ibu Kota

Sujarwo menyebut pada hari ke-11 PPKM Darurat, dirinya baru mendapatkan 6 orderan dari pagi hingga sore tadi.

Sebelum PPKM Darurat, ia mengaku dapat menerima 12-15 lebih penumpang atau pemesanan antar barang atau makanan.

“Pendapatan per hari hanya mencapai Rp 60.000 dibanding sebelum pandemi yang berkisar Rp 100.000 lebih,” ujar Sujarwo.

Baca juga: Tunda Biaya Rehab Panti dan Sekolah, DKI Alokasikan Duit Rp 623 Miliar untuk Bantuan Sosial Tunai

Meski begitu, Sujarwo tetap optimistis menjalani kehidupan. Ia harus terus bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jalani kehidupan seperti biasa aja, di jalanan lagi, mau gimana lagi, kalau di rumah kan nggak ada bantuan apa-apa,” ucap Sujarwo.

“Kebutuhan rumah tangga, kan, selalu bergulir setiap hari, nggak mungkin ikutan PPKM juga,” katanya dengan nada bercanda.