PPKM Darurat

Selain Penumpang KRL, Dishub DKI Wajibkan Ojol dan Taksi Online Kantongi STRP Jika Ingin ke Ibu Kota

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Dedy
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta mewajibkan ojek online dan taksi online untuk mengantongi surat tanda registrasi pekerja (STRP) yang ingin ke Ibu Kota mulai Senin (12/7/2021).

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR --- Dinas Perhubungan DKI Jakarta mewajibkan ojek online dan taksi online untuk mengantongi surat tanda registrasi pekerja (STRP) yang ingin ke Ibu Kota mulai Senin (12/7/2021).

Nantinya, petugas akan melakukan pemeriksaan STRP ojol dan pengemudi taksi online di pos-pos penyekatan di perbatasan Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, ada beberapa layanan angkutan umum yang dilakukan pembatasan.

Misalnya ojek online dan taksi online yang harus menunjukkan STRP kepada petugas.

“Pada saat yang bersangkutan melakukan perjalanan, melintas di penyekatan tinggal menunjukkan bahwa yang bersangkutan memiliki surat tanda registrasi pekerja,” kata Syafrin di Balai Kota DKI pada Jumat (9/7/2021) petang.

Tidak hanya pengemudinya, kata Syafrin, para penumpang dari luar daerah menuju Jakarta juga wajib mengantongi STRP.

Selain itu, petugas tidak hanya memeriksa STRP pengemudi dan penumpang, tapi juga surat keterangan vaksin.

“Ojol dan taksi online wajib (STRP),” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan angkutan umum darat lainnya juga diwajibkan mengantongi STRP.

Hal ini sebagaimana Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 50 tahun 2021 dan SE Kementerian Perhubungan Nomor 49 tahun 2020.

Halaman
12