Berita Nasional

Anies Banjir Pujian Usai Panen Padi Bersama Bupati di Cilacap, Netizen: Ini Gubernur Apa Presiden?

Penulis: Hertanto Soebijoto
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) dan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji (kiri, baju hitam) saat panen padi bersama di Desa Jenang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (16/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CILACAP --  Meskipun wilayah DKI Jakarta kekurangan lahan untuk menanam padi dalam skala besar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak kekurangan akal.

Melalui program kerja sama antardaerah, yakni antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cilacap, Anies mewujudkan kerjasama itu dengan misi menyediakan stok beras untuk DKI.

Caranya, PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur, Kabupaten Cilacap untuk mengolah sawah ditanami padi.

Video: Sosialisasi Larangan Mudik 6-17 Mei 2021 di Terminal Tanjungpriok

PT Food Station Tjipinang Jaya merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Hasilnya, hari ini, Jumat (16/4/2021), Anies Baswedan melakukan panen padi bersama Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji di Desa Jenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Panen padi bersama tersebut merupakan implementasi program kerja sama antardaerah, yakni antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam rangka menjaga stok beras di Jakarta.

Baca juga: Anies Minta Warga Bisa Menahan Diri Meski Sudah Ada Kelonggaran

Baca juga: Ramadan Kedua di Tengah Pandemi Covid-19, Anies Ingatkan Tak Sia-siakan Kelonggaran yang Diberikan

Kerja sama penyediaan stok beras tersebut dilaksanakan oleh Gapoktan Sumber Makmur, Kabupaten Cilacap, dan PT Food Station Tjipinang Jaya yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Saat menggelar konferensi pers usai panen, Anies Baswedan mengatakan, kerja sama dengan Pemkab Cilacap dalam rangka penyediaan beras bersama-sama untuk masyarakat di Jakarta.

Menurut dia, kerja sama tersebut memberi manfaat kepada semua pihak karena memotong mata rantai tata niaga beras, sehingga petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik.

Halaman
1234