Berita Internasional

Kronologi Penemuan Ribuan Vaksin Covid-19 Palsu di Afrika Selatan dan Cina, Langsung Disita Interpol

Editor: Panji Baskhara
Penemuan vaksin Covid-19 palsu atau vaksin virus corona palsu di Afrika Selatan dan Cina membuat pihak interpol turun tangan dengan lakukan penyitaan. Foto Ilustrasi: vaksin.

Dikutip dari laman Africa News, pada Kamis (4/3/2021), Sekjen Interpol Jürgen Stock memperingatkan penemuan terhadap jaringan itu merupakan 'puncak gunung es" dari kejahatan terkait vaksin Covid-19.

Interpol sebelumnya telah memperingatkan pada Desember 2020 tentang adanya risiko munculnya mafia yang akan memanfaatkan permintaan global untuk vaksin, dengan mencuri dosis asli atau menjual vaksin palsu.

Interpol mengatakan penyelidikan terus berlanjut.

Karena, selain penangkapan di Afrika Selatan dan Cina, mereka juga terima laporan tambahan tentang distribusi vaksin palsu dan upaya penipuan telah menargetkan panti jompo.

"Tidak ada vaksin resmi yang disetujui tersedia untuk dijual secara online"

"Vaksin apapun yang diiklankan di situs web atau web gelap, tidak sah, tidak pernah diuji dan mungkin berbahaya"

"Siapapun yang membeli obat-obatan ini, telah mempertaruhkan diri mereka sendiri dan memberikan uang mereka kepada penjahat yang terorganisir," kata Interpol.

Sementara itu, Juru Bicara Nasional Kepolisian Afrika Selatan Brigadir Vish Naidoo mengatakan, sejak Covid-19 mencapai Afrika Selatan, pemerintah telah mengadopsi pendekatan penegakkan hukum multi-disiplin yang terintegrasi.

"Bersama dengan hubungan kami dengan mitra dari semua negara anggota Interpol, ini terbukti sangat efektif"

"Seperti yang telah kita lihat dalam penangkapan warga negara asing yang mencoba menjajakan vaksin palsu kepada orang-orang yang tidak menaruh curiga sama sekali terhadap vaksin ini di Afrika Selatan," kata Naidoo.

Halaman
1234