6 Laskar FPI Ditetapkan Tersangka dan Kasus Dihentikan Polri, Kuasa Hukum Sebut Lucu

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Mohamad Yusuf
Rekontruksi kasus penembakan 6 Laskar FPI, polisi diadang hingga memberikan tembakan peringatan di Karawang Barat, Minggu (13/12/2020).

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Setelah menetapkan 6 laskar FPI sebagai tersangka kasus dugaan penyerangan kepada polisi di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Bareskrim Polri resmi menghentikan kasus itu karena tersangka meninggal dunia.

Hal ini sesuai Pasal 109 KUHP, dimana karena tersangka sudah meninggal dunia, maka proses kasus dihentikan.

Dengan begitu, seluruh penyidikan perkara tersebut dan status tersangka pada enam Laskar FPI tersebut, sudah tidak berlaku lagi di mata hukum.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI, Aziz Yanuar, yang juga kuasa hukum Habib Rizieq Shihab, mengaku apa yang dilakukan Bareskrim Polri dalam kasus itu adalah lucu.

"Kita mah santai, tapi lucu saja. Sebenarnya maunya apa. Mungkin tadinya mau serampangan, tapi kan nurani dan akal masih ada. Jadi ya seperti ini. Kita lihat saja nanti, masih ada kah nurani dan akal bersejalan kelak atau tidak," kata Aziz kepada Warta Kota, Kamis (4/3/2021) malam.

Karenanya Aziz mengaku belum ada rencana melakukan langkah apapun saat ini terkait hal ini.

Seperti diketahui Bareskrim Polri resmi menghentikan kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Dengan begitu, seluruh penyidikan perkara tersebut dan status tersangka pada enam Laskar FPI tersebut, sudah tidak berlaku lagi di mata hukum.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, penghentian kasus ini sebagaimana tertuang dalam Pasal 109 KUHP.

Di mana karena tersangka sudah meninggal dunia, maka proses kasus dihentikan.

Halaman
1234