Omnibus Law

Bareskrim Selesaikan Berkas Tersangka Petinggi KAMI Terkait Demo Omnibus Law di Jakarta dan Medan

Editor: Hertanto Soebijoto
Bareskrim Polri selesaikan berkas tersangka petinggi KAMI terkait demo penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law di Jakarta dan Medan. Foto dok: Massa elemen buruh dan mahasiswa dari Gerakan Tolak Omnibus Law (GETOL) menggelar aksi di depan Gedung Grahadi, Selasa (20/10/2020).

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -  Bareskrim Polri selesaikan berkas tersangka petinggi KAMI terkait demo penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law di Jakarta dan Medan.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri merampungkan berkas penyidikan tersangka anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Medan dan Jakarta dalam kasus dugaan penghasutan demo penolakan UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (11/12/2020), menjelaskan bahwa berkas Ketua KAMI Medan Khairi Amri sudah dinyatakan lengkap atau P-21 pada tanggal 2 Desember 2020.

Video: Wali Kota Bekasi Larang Tempat Usaha Gelar Pesta Peringatan Tahun Baru

Bareskrim juga telah melimpahkan tersangka dan barang bukti atau penyerahan tahap dua ke Kejari Medan pada tanggal 7 Desember 2020.

"Sama seperti tersangka lainnya yang ditangkap di Medan, yakni Juliana, Novita Zahara, dan Wahyu Rasasi Putri berkasnya P-21 pada tanggal 2 Desember 2020 dan tahap dua pada tanggal 7 Desember di Kejari Medan," kata Argo.

Baca juga: INGAT! Jalur Puncak Bogor pada Malam Pergantian Tahun Baru 2021 Ditutup

Baca juga: VIDEO Sambil Berunjuk Rasa Omnibus Law, Buruh Kumpulkan Uang untuk Bocah Penggumpalan Darah di Otak

Di sisi lain, untuk dua petinggi KAMI di Jakarta, yakni Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat, berkas penyidikannya sudah dinyatakan lengkap dan telah dilaksanakan pelimpahan berkas dan tersangka atau tahap dua ke kejaksaan.

"Untuk Syahganda Nainggolan sudah P-21 pada tanggal 20 November 2020 dan sudah penyerahan tahap kedua pada tanggal 3 Desember 2020. Selanjutnya, untuk tersangka Jumhur P-21 pada tanggal 24 November 2020 dan tahap dua pada tanggal 10 Desember 2020," ujar Argo.

Sementara itu, dua berkas penyidikan untuk tersangka Anton Permana sudah dikirimkan ke pihak kejaksaan.

Pada saat ini, Polri masih menunggu jawaban dari jaksa peneliti mengenai berkas tersebut dinyatakan P-21 atau P-19.

Baca juga: Demo Depan DPR RI, Massa Buruh Minta Legislatif Review Omnibus Law UU Cipta Kerja

Halaman
12