Omnibus Law

Berkas Perkara Aktivis KAMI Dilimpahkan ke Kejaksaan, Termasuk Pemilik Akun Twitter Podoradong

Deklarator KAMI, Anton Permana (tengah), Jumhur Hidayat (kiri), dan Syahganda Nainggolan (kanan), saat rilis pengungkapan kasus di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bareskrim Polri melimpahkan berkas perkara tahap I kasus ujaran kebencian terkait aksi demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, oleh petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono mengatakan, total 9 berkas perkara tersangka yang dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Saat ini saya mau menyampaikan bahwasanya seluruh kasus Omnibus Law terakhir kemarin tanggal 11 November 2020, semuanya sudah tahap 1," kata Awi di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Berharap Massa Penjemput Rizieq Shihab Tak Jadi Klaster Baru Covid-19, Wagub DKI: Kita Berdoa

Awi menjelaskan, berkas perkara tersangka yang dilimpahkan meliputi 3 petinggi KAMI di Jakarta, 4 orang KAMI Medan, dan 2 warganet yang diduga ikut sebarkan berita bohong soal Omnibus Law.

"Tersangka dari (KAMI) Medan sudah terdahulu beberapa minggu lalu."

"Terus ini dilanjutkan para tersangka dari Jakarta sudah tahap 1," jelasnya.

Baca juga: Serka BDS Ditahan Usai Bernyanyi Sambut Kepulangan Rizieq Shihab, Ini Aturan yang Ia Langgar

Berkas perkara 3 dari 9 tersangka itu adalah milik petinggi KAMI, yakni Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana.

Selain itu, ada 4 anggota KAMI Medan, yaitu Juliana, Devi, Khairi Amri, dan Wahyu Rasari Putri.

Sedangkan dua tersangka lainnya adalah Kingkin Anida dan Dedy Wahyudi, pemilik akun media sosial @podoradong.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri, Polisi Masih Tunggu BPK Hitung Kerugian Negara

Seluruh tersangka disangkakan dengan pasal berbeda-beda.

Halaman
1234

Berita Populer