Kanal

Rano Karno Dicecar Jaksa, Diingatkan Hakim: Saudara Jangan Berbohong, Sudah Disumpah, Bisa Dipidana

Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno memberikan keterangan pada sidang lanjutan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan korupsi alat kesehatan di Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Selatan dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (24/2/2020). Sidang lanjutan Tubagus Chaeri Wardana tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang salah satunya Mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno yang dihadirkan jaksa penuntut umum KPK. - TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani mengingatkan mantan Wakil Gubernur Banten Rano Karno soal ancaman pidana jika memberikan keterangan tidak sebenarnya alias bohong di persidangan.

Pernyataan itu disampaikan Ni Made Sudani saat memimpin persidangan kasus korupsi pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD dan APBD-P Tahun Anggaran 2012 di sidang lanjutan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (24/2/2020).

"Semua keterangan itu di bawah sumpah. Nah seperti itu jawabannya ya, karena setiap saksi itu sudah berada di bawah sumpah," kata Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani kepada Rano Karno.

Rano Karno Tak Berminat Lagi Maju Pilkada Banten, Inget Pesan Benyamin Sueb Cukup Sekali Saja

Terungkap Wawan Punya Sejumlah Aset di Australia yang Diduga Dibeli dari Uang Hasil Korupsi

Ni Made Sudani mengingatkan agar Rano Karno memberikan keterangan secara benar.

"Saudara jangan berbohong, saudara sudah disumpah, ada acaman pidana jika saudara memberikan kesaksian tidak benar disini," kata Hakim Ni Made Sudani.

"Siap yang mulia," imbuh Rano menimpali.

Selain ketua majelis hakim Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi juga mengingatkan Rano Karno soal memberikan keterangan jujur di persidangan.

VIDEO: Baru Surut Semalam, Warga Kebon Pala Kembali Kebanjiran

Sebab, sejumlah saksi, termasuk sejumlah kepala dinas di persidangan mengaku pernah memberikan uang kepada Rano. Bahkan ada beberapa saksi yang mengungkap permintaan uang dari Rano.

Di persidangan Rano menyebut uang Rp 7,5 miliar yang bersumber dari PT Bali Pacific Pragama milik Wawan untuk kepentingan Pilkada Banten tahun 2011.

Di kontestasi itu Rano berpasangan dengan Cagub Banten Ratu Atut.

Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (kanan) dan Wakil Gubernur Bantenn, Rano Karno. (Tribunnews.com)

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribunnews

Viral Video Wanita Lempar Uang ke Pedagang Buah karena Takut Corona: Gue Udah Minta Maaf

Berita Populer