Kamis, 9 April 2026

Berita Video

VIDEO: Metode Sunat dengan Klem Dinilai Sebagai Pilihan Mudah

Dr. Encep Wahyudan mengatakan, sunat tidak hanya tentang memotong kulit penis tetapi memerhatikan aspek penyembuhannya, pemeliharaan luka, dan memperh

Penulis: | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Henry Lopulalan
ilustrasi sunat 

Walaupun terbilang operasi 'sederhana' namun tindakan sunat perlu kehati-hatian dan dilakukan yang ahli. Pasalnya, terjadi kesalahan tindakan sunat, dampaknya bisa panjang dan menyangkut masa depan seseorang.

Sayangnya di Indonesia, tindakan sunat yang tidak sesuai prosedur masih muncul. Bahkan di salah satu wilayah Indonesia, mengeringkan luka dengan batu bata panas. Sehingga merusak jaringan penis.

Dr. Encep Wahyudan mengatakan, sunat tidak hanya tentang memotong kulit penis tetapi memerhatikan aspek penyembuhannya, pemeliharaan luka, dan memperhatikan fungsi dan estetika penis.

"Jika sunat diawal salah maka menimbulkan efek jangka panjang. Pendarahan kasusnya sangat banyak dengan metode konvensional (gunting). Ada bagian yang tidak terjahit. Akhirnya membutuhkan perawatan ulang," papar dr Encep saat wawancara exclusive dengan tema 'Sunat Jaman Now itu di Klinik Dengan Metode Klem' di Lamina Pine & Spine Center, Rabu (13/11/2019).

Sunat modern itu sekarang banyak metodenya, salah satunya dengan klem. Tetapi ini tidak menjamin keberhasilan tergantung operator. Maka dikembangkan Klem Mahdian, klem yang sudah punya surat ijin edar dari Kemenkes. Proses klem diibaratkan dijepit seperti halnya putusnya tali pusar saat bayi. Dijepit lalu lama-lama akan putus sendiri.

Dr. Henki Prabowo Irianto SpB mengatakan,
tahun 2006 menemukan kasus pasien dengan luka sunat yang menggunakan electric cauter. Terpotong hingga kepala penisnya. Banyak kasus lain yang mungkin tidak dilaporkan.

Risiko sunat dengan Electric Cauter, anak-anak biasanya aktif bergerak. Tidak bisa diam. Sehingga kemungkinan pisau meleset lebih tinggi. Dengan klem metodenya lebih aman dan menunjukkan komplikasi sangat rendah.

Sunat pada anak, perlu juga memerhatikan faktor psikologis orangtua. Sehingga harus dibuat senyaman mungkin mulai proses hingga penyembuhannya.

Dokter Henki mengatakan, kini banyak sekali klinik sunat. Ini bukti bahwa harus ada fasilitas nyaman dan aman untuk sunat.
Di klinik fasilitasnya ada penerangan terang, tenaga kesehatan, asisten dokter, bersih dan lainnya. Selain itu bila terjadi kejadian darurat bisa langsung tertangani dengan cepat. Hal-hal itulah yang membuat sunat sebaiknya dilakukan di klinik.(lis)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved