Rabu, 8 April 2026

Kabinet Jokowi

Ini Pekerjaan Rumah bagi Calon Kapolri Idham Aziz

Pihak DPR dalam waktu dekat akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Komjen Idham Aziz sebagai calon tunggal Kapolri

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Anggota DPR dari Fraksi PPP Ahmad Baidowi 

SEMANGGI, WARTAKOTALIVE.COM -- Pihak DPR dalam waktu dekat akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Komjen Idham Aziz, sebagai calon tunggal Kapolri, yang ditunjuk dan diajukan Presiden Jokowi.

Pengajuan nama Idham Aziz oleh Presiden Jokowi mendapat tanggapan positif dari sejumlah anggota DPR.

Anggota DPR dari Fraksi PPP Ahmad Baidowi menilai diajukannya Kabareskrim Polri Komjen Idham Aziz sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri, adalah hal bagus dan tepat.

Ia berharap Idham Aziz melanjutkan sejumlah prestasi yang sudah ditorehkan Tito Karnavian sebagai Kapolri.

"Mengenai calon Kapolri pengganti pak Tito, yakni Komjen Idham Aziz, saya kira itu bagus.

"Harapan kami kepada pak Idham Aziz, nanti adalah melanjutkan prestasi-prestasi atau kepemimpinan Polri di zaman Pak Tito," kata Ahmad Baidowi, Kamis (24/10/2019)..

Salah satunya kata dia adalah bagaimana menjaga stabilitas keamanan serta melakukan pemulihan keamanan yang cepat di beberapa wilayah.

"Namun ada beberapa PR penting yang harus dilakukan Polri ke depan, terutama terkait situasi keamanan di beberapa daerah, terutama seperti di Papua.

"Ini harus mendapatkan perhatian khusus supaya tidak menjalar ke konflik horizontal yang melebar," kata Baidowi.

PR lainnya kata dia adalah penanganan aksi demonstrasi di beberapa tempat yang harus dievaluasi lagi oleh Polri.

"Sebab yang kemarin itu, ada insiden kekerasan bahkan penindakan, sehingga itu lebih dievaluasi lagi dan perlu diusut tuntas," kata Baidowi.

Terutama kata dia soal penembakan saat aksi di Kendari dimana ditemukan peluru tajam dipakai polisi.

"Sampai ada peluru dalam penanganan aksi, maka itu harus diusut tuntas.

"Karena tidak sepenuhnya polisi itu salah. Bisa jadi polisi itu diprovokasi, sehingga balik menyerang.

"Namun hal itu akan menjadi perdebatan di publik. Agar tidak menjadi perdebatan, sebaiknya polisi menyampaikan itu secara terbuka hasilnya," papar Baidowi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved