Kesaksian Penggali Kubur Membongkar Makam Dafa
Makmur satu dari penggali kubur di TPU Puri Beta menyaksikan detik-detik pemakaman Dafa. Ia pun harus menggali tanah yang berada di lahan pojok kanan
WARTA KOTA, TANGERANG - Hujan air mata mewarnai proses pemakaman Dafa (7) pada Kamis (20/10) sekira pukul 22.00.
Bocah yang masih kelas 1 SD ini meninggal dunia diduga akibat mengalami kekerasan dari ibu tirinya bernama Yanti.
Baca: Makam Fiktif Paling Banyak di 3 TPU Ini, Waspadalah
Baca: BREAKING NEWS: Makam Bocah Dafa yang Diduga Disetrika, Dibongkar
Anak berusia 7 tahun itu dimakamkan di TPU Puri Beta, Ciledug, Tangerang.
Baca: Ibu Tiri Diduga Menyetrika Bocah Kelas 1 SD Hingga Tewas di Tangerang
Suasana haru pun menggelayuti di tempat pemakaman umum itu.
Makmur satu dari penggali kubur di TPU Puri Beta menyaksikan detik - detik pemakaman Dafa.
Ia pun harus menggali tanah yang berada di lahan pojok kanan TPU pada malam itu.
"Mendadak sih, saya nguburin waktu malam Jumat," ujar Makmur saat berbincang santai dengan Warta Kota di TPU Puri Beta, Ciledug, Tangerang pada Senin (24/10).
Menurut Makmur, sekitar 20 orang datang saat proses pemakaman bocah yang bersekolah di SDN Larangan Utara 2, Tangerang.
"Bapaknya sih dateng waktu nguburin, tapi saya enggak lihat ibunya. Mungkin waktu itu malem - malem, jadi enggak tahu ibu tirinya ada atau enggak," ucapnya.
Ayahanda dari Dafa, yaitu Mustaqim (33) tampak larut dalam proses pemakaman anaknya.
Namun menurut warga yang melaporkan kasus ini, ayahnya itu diduga terlibat dalam kasus kematian Dafa yang janggal.
Busuk dan membengkak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161024kuburan-dibongkar-saksi-ahli-periksa-jasad-dafa_20161024_121228.jpg)