Proses Perobohan Gedung Bintaro Lelet, Kontraktor Ogah Penambahan Crane
Proses perobohan gedung Panin Bank di sektor 7 Bintaro, Tangerang Selatan terbilang lelet. Bahkan hingga kini bangunan tua itu masih berdiri.
WARTA KOTA, TANGERANG - Proses perobohan gedung Panin Bank di sektor 7 Bintaro, Tangerang Selatan terbilang lelet. Bahkan hingga Rabu (19/10/2016) siang bangunan tua itu masih berdiri tinggi menjulang.
PT Wahana Infonusa selaku kontraktor perobohan gedung ini menggunakan prinsip metode overload. Metode tersebut memberikan beban berlebih pada struktur bangunan agar dapat terjadi keruntuhan.
Pantauan Warta Kota pada akhir pekan kemarin, pihak kontraktor membebani bangunan ini dengan pasir. Kantung - kantung pasir diangkat dengan menggunakan crane.
Sudah ratusan ton pasir berada di atas gedung, namun bangunan itu tak kunjung roboh. Pemberian beban ini dengan kecepatan 10 ton/jam diangkut menggunakan crane.
"Kami tidak akan melakukan penambahan crane, nantinya malah menyulitkan dalam pekerjaan perobohan," ujar Direktur Utama PT Wahana Infonusa, Yoyok Hari Sucahyo saat menggelar jumpa pers di Emerlad House Bintaro, Tangerang Selatan pada Selasa (18/10/2016) malam.
Ia menyatakan menggunakan satu unit crane sudah masuk dalam perhitungan. Walau pun terlihat lambat, menurut Yoyok hal ini agar tidak menimbulkan kecelakaan.
"Kalau crane ditambah, nantinya bisa tabrakan di atas dan malah roboh bisa terjadi hal - hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Sebab crane yang digunakan ini ukurannya sangat besar. Bahkan tingginya melampaui tinggi gedung Panin Bank.
Cairan kimia
Selain dibebani pasir, pihak kontraktor juga akan memberikan cairan kimia pada bangunan tersebut.
"Cairan kimia ini bisa mengembang, dan fungsinya bisa meretakan beton pada gedung itu," kata Project Manager PT Wahana Infonusa, Ari Yudhanto.
Ari menjelaskan pengeboran dilakukan pada titik - titik bangunan untuk memberikan cairan kimia.
"Ada tiga lantai yang diberikan cairan kimia, ketiga lantai ini berada di paling atas gedung," ungkapnya.
Ari menuturkan nantinya efek dari cairan kimia tersebut dapat melemahkan sambungan - sambungan balok pada bangunan itu. Dengan begitu struktur gedung menjadi lemah dan perlahan - lahan akan ambruk.
"Kami memang diberikan waktu selama 90 hari, tapi waktu 3 bulan itu kami yang ajukan. Semoga berjalan dengan lancar dan aman," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gedung-bintaro-lelet_20161019_113511.jpg)