Tranjakarta Seruduk Mobil
Rem Blong Bisa Jadi Karena Sopir Lalai
Adanya rem blong karena SOP yang lalai dijalani atau sopir yang kurang kompeten.
WARTA KOTA, PALMERAH - Pengamat Otomotif, Jusri Pulubuhu, menilai jarang kasus rem blong mendadak di kendaraan besar seperti bus atau truk.
Tapi biasanya rem blong yang terjadi lantaran Standard Operasional Procedure (SOP) yang lalai dijalani atau sopir yang kurang kompeten. Sehingga tak paham sistem pengereman darurat.
Jusri mengungkapkan hal itu kepada Wartakotalive.com ketika dihubungi, Senin (22/6/2015) sore.
Menurut Jusri, rem Bus Transjakarta seluruhnya adalah bermodel 'Double Chamber'.
Dengan model itu, kata Jusri, apabila angin tidak terisi sempurna, maka bus tak akan bisa bergerak. Sehingga sebenarnya tak ada alasan bagi sopir menyebut bahwa angin di tangki tak terisi sempurna.
Makanya, Jusri punya dua dugaan dalam kasus ini. Pertama, Ia menduga Standard Operasional Procedure (SOP) pengecekan rem yang tak dijalani. Sehingga membuat rem tak berfungsi secara maksimal.
SOP pengecekan rem itu harus dilakukan sebelum bus mulai beroperasi. Jusri mengatakan, angin dari tangki harus dibuang dulu. Lalu air di tangki pun harus dibuang.
Apabila angin dan air tak tak dibuang, ucap Jusri, maka daya pengereman akan menurun.
"Jadi mungkin saja yang terjadi sebenarnya bukan rem blong. Tapi rem yang tidak berfungsi maksimal karena perawatan dan pengecekan rem yang buruk," kata Jusri.
Sementara itu, terkait dugaan sopir yang tidak kompeten, Jusri juga mengatakan itu amat mungkin terjadi.
"Apalagi sopir ini kan baru 2 hari bekerja. Menurut saya amat fatal apabila seorang sopir baru dilepas sendiri tanpa supervisi atau ditandem dengan sopir senior. Ini kesalahan fatal operasional menurut saja," kata Jusri.
Sebab, ucap Jusri, di Bus besar yang dipakai Transjakarta, di tiap busnya ada beberapa sistem pengereman.
Pertama adalah Retarder Brake, ini pengereman yang dilakukan untuk memperlambat laju mobil saat hendak memasukkan perseneling.
Kemudian, kedua ada Service Braket, ini adalah rem angin untuk menghentikan bus.
Terakhir adalah Parking Brake, seperti rem tangan yang digunakan untuk mengunci bus saat dalam keadaan diam. Tapi Parking Brake ini bisa juga berfungsi sebagai emergency Brake.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150622-transjakarta_20150622_141206.jpg)