Kompas-Shimbun Gelar Lari Estafet Besok
Lari estafet Jakarta Kizuna Ekiden kembali digelar di tahun 2015 kerja sama Harian Kompas dan koran Jepang, Mainichi Shimbun.
WARTA KOTA, PALMERAH— Lari estafet Jakarta Kizuna Ekiden kembali digelar di tahun 2015. Lomba estafet yang diselenggarakan atas kerja sama Harian Kompas dan koran Jepang, Mainichi Shimbun itu merupakan yang kedua kalinya diadakan.
Rencananya, lari estafet yang setiap grupnya terdiri dari empat orang itu digelar Minggu (31/5/2015) di Jalan Jenderal Sudirman.
Sebelumnya, pada tahun lalu lari estafet ini digelar di Blok M. Namun karena terlalu sempit maka acara dipindahkan ke tempat yang lebih besar. Terlebih, bertepatan dengan kegiatan car free day di Jalan Sudirman akan membuat pelari lebih aman.
Kesuksesan acara di tahun lalu, ditambah antusiasme banyak orang, menjadikan lomba lari estafet ini kembali digelar pada 2015 ini.
Director Business Kompas, Hardanto Subagyo, dalam konferensi pers Jakarta Kizuna Ekiden di Hotel Fairmont Jakarta, Sabtu (30/5/2015) siang.
"Kegiatan ini dirintis tahun lalu. Lari estafet ini memiliki beberapa makna yakni kerja sama persahabatan dari dua surat kabar yang berpengaruh di negara masing-masing," katanya.
Kedua, menurutnya, merupakan proses pembelajaran bagi media di Indonesia. "Kami akui Mainichi Shimbun bekerja profesional, memiliki kecepatan dan kualitas dalam membuat berita. Perusahaan Jepang sangat memperhatikan hubungan yang terjadi pada karyawannya," terangnya.
Menurut Hardanto, tahun ini jumlah peserta estafet dua kali lipat dari sebelumnya yakni sekitar 2000an orang. Dirinya berharap, acara ini menjadi acara sehat, mengakrabkan kedua negara, dan menggembirakan semua orang.
Selain itu, ia juga mengharapkan kerjasama ini bakal membuka peluang untuk kerjasama berikutnya. "Kami harap kedua surat kabar bisa menjembatani kerjasama bidang pangan, kesehatan, dan pendidikan," tuturnya.
Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki, menjelaskan Kizuna memiliki arti yang sangat dalam terutama saat terjadinya gempa di Jepang 2012.
"Kebahagiaan yang amat sangat bagi kami melihat harmonisnya hubungan antar negara. Makin banyak pelajar yang mempelajari bahasa Jepang. Kami berharap ikatan setiap individu yg bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia bisa menciptakan hubungan yg lebih baik," jelasnya.
Menurutnya, Jakarta Kizuna Ekiden sudah ada selama dua tahun dan dirinya tidak menyangka orang Indonesia bisa berlari bisa 4Km.
Ia menjelaskan, lari estafet memerlukan kerjasama tim. Masing-masing anggota tim harus saling memikirkan agar bisa berhasil hingga garis finish.
Ciri khas Ekiden, kata Tanizani, adalah dilakukan secara beregu dan pelari menggunakan kain selempang (tasukhi) untuk diserahkan ke pelari selanjutnya (estafet). Adapun jumlah pelari dalam satu tim adalah empat pelari. Sedangkan tahun ini, sebanyak 323 tim akan ikut berestafet dengan garis start di Senayan.
"Saya harap kesuksesan ini bisa memotivasi penyelenggaraan kerjasama Ekiden hingga 10 tahun yang akan datang," harapnya. (Agustin Setyo Wardani)