Jangan Panik, Ini Cara Atasi Gigitan Ular Kobra
Seekor ular kobra yang memiliki panjang sekitar 12 meter menghebohkan masyarakat sebuah kampung di Malaysia.
WARTA KOTA, JAKARTA - Seekor ular kobra yang memiliki panjang sekitar 12 meter menghebohkan masyarakat sebuah kampung di Malaysia.
Ular itu ditemukan di dalam mobil seorang penduduk di distrik utara Kudat. Seperti dikutip dari Asiaone.com, Kamis (26/3/2015).
Binatang melata itu lekas ditangkap karena dikhawatirkan menggigit manusia. Perlu diketahui, bisa atau racun ular sendok merupakan salah satu yang terkuat dari jenisnya, dan mampu membunuh manusia.
Ular yang juga dikenal dengan nama ular sendok ini melumpuhkan mangsanya dengan menggigit dan menyuntikkan bisa neurotoxin pada hewan tangkapannya (biasanya binatang mengerat atau burung kecil) melalui taringnya.
Bisa tersebut kemudian melumpuhkan syaraf-syaraf dan otot-otot si korban (mangsa) dalam waktu yang hanya beberapa menit saja.
Selain itu, seperti dilansir Wikipedia, ular sendok dapat melumpuhkan korbannya dengan menyemprotkan bisa ke matanya; namun tidak semua kobra dapat melakukan hal ini.
Kobra hanya menyerang manusia bila diserang terlebih dahulu atau merasa terancam. Selain itu, kadang mereka juga hanya menggigit tanpa menyuntikkan bisa (gigitan ‘kosong’ atau gigitan ‘kering’).
Baca Juga: Wah, Ular Kobra 12 Meter Hebohkan Warga di Malaysia
Maka tidak semua gigitan kobra pada manusia berakhir dengan kematian, bahkan cukup banyak persentase gigitan yang tidak menimbulkan gejala keracunan pada manusia.

Jangan Panik
Meski demikian, orang harus tetap berwaspada apabila tergigit ular ini, namun jangan panik.
Yang terbaik, perlakukan luka gigitan dengan hati-hati tanpa membuat luka-luka baru di sekitarnya (misalnya untuk mencoba mengeluarkan racun).
Jika mungkin, balutlah dengan cukup kuat (balut dengan tekanan) bagian anggota tubuh antara luka dengan jantung, untuk memperlambat –namun tidak menghentikan– aliran darah ke jantung.
Usahakan korban tidak banyak bergerak, terutama pada anggota tubuh yang tergigit, agar peredaran darah tidak bertambah cepat.