Kamis, 9 April 2026

Maestro Pelukis Sidik Akan Gelar Pameran di Perancis

Maestro pelukis bergaya China, R Sidik W Martowidjojo, akan menggelar pameran lukisan di acara Louvre International Arts Exhibition

Penulis: Dody Hasanuddin | Editor: Lucky Oktaviano

WARTA KOTA, JAKARTA - Maestro pelukis bergaya China, R Sidik W Martowidjojo, akan menggelar pameran lukisan di acara Louvre International Arts Exhibition di Louvre, Paris, Perancis, 11-14 November 2014.

Dalam pameran itu, Sidik akan memamerkan 21 lukisan terbaiknya yang bergaya abstrak ekspresionis. Lukisan denngan panjang 1- 7 meter itu merupakan buah karyanya sejak tahun 1974 hingga saat ini.

"Tema lukisan yang di pamerkan di Paris itu enlighten orientalism atau pencerahan cahaya dari timur yang ikut bersinar ke seluruh dunia. Cahaya dari timur itu adalah Indonesia," katanya di Setia Budi, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2014).

Menurut Sidik, lukisan yang dipamerkannya itu menggambarkan pemandangan alam Indonesia. Lukisan yang menjadi andalannya adalah lukisan Gunung Bromo.

"Indonesdia merupakan tempat silang budaya. Di Indonesia itu ada muslim, kristen, katolik, budha, hindu, dan konghuchu. Saya menggunakan cat air. Meski itu saya punya karakter sendiri.m kertas dari China dan warna dari Eropa Barat," imbuh pria bernama lain Ma Yongqiang.

Sidik berharap pamerannya ini memicu semangat pelukis muda Indonesia untuk tampil di dunia internasional. Untuk itu perlu perjuangan yang keras.

"Pelukis muda jangan ingin berharap dalam waktu singkat memiliki mobil mewah. Perlu perjuangan. Lukisan saya di Prancis nanti akan dijual hingga ratusan juta rupiah," tuturnya.

Direktur Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahman Sya menyatakan bahwa pemerintah mendukung pameran lukisan Sidik dengan memberikan fasilitas dan regulasi serta rekomendasi dan sambutan.

"Dukungan itu tidak hanya dalam bentuk dana. Untuk dana Pak Sidik lebih piawai. Ini harus menjadi teladan pelukis muda," katanya.

Wakil dari China International Cooperation Center (CICC), Ke Zhihua menyatakan bahwa pameran yang diikuti maestro lukis Indonesia itu atas undangan Asosiasi Seniman Nasional Perancis.

Asosiasi itu merupakan perhimpunan seniman berskala nasional yang telah mempunyai sejarah selama. 150 tahun.

"Louvre International Arts Exhibition itu menjadi festival tahunan di dunia seni rupa internasional. CICC aktif mengorganisasi delegasi Tiongkok yang terdiri dari tokoh seni rupa untuk mengikutkan mmereka sejak tahun 2012. Lebih dari 100 tokoh seni yang tampil di sana," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved