Rabu, 8 April 2026

Titip Anak di Pasar Kramatjati Cuma Rp 4.000

Darsih setiap hari bekerja pukul 08.00-16.00. Hanya cukup membayar Rp 4.000/hari, ia bisa menitipkan anaknya itu tanpa khawatir lagi.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Darsih (34), salah buruh pemetik cabai, mengaku keberadaan Taman Penitipan Anak (TPA) Tunas Jaya, pasar Induk Kramatjati, sangat membantunya. Pasalnya, ia setiap hari bekerja pukul 08.00-16.00. Hanya cukup membayar Rp 4.000 per hari, ia bisa menitipkan anaknya itu tanpa khawatir lagi.

"Dulu pernah saya masih kerja metik cabai, dia main-main di pasar dan malah hilang. Tiga jam saya cari anak saya, ternyata sudah ada di luar pasar," kata ibu yang suaminya, Turipan (45), sebagai kuli panggul di pasar tersebut, Rabu (5/3/2014).

Feda Sofiana (47), Kepala Sekolah TPA Tunas Jaya, mengatakan, tempat tersebut didirikan pada 23 Desember 1992 dan diresmikan oleh Gubernur DKI saat itu, Suryadi Soedirdja. Saat ini yang terdaftar sebanyak 130 anak dan yang aktif 90 anak. Tempat itu pun kini sudah menjadi playgroup dan TK. Untuk biaya penitipan, ia hanya Rp 4.000 dan Rp 5.000.

"Biaya Rp 4.000 untuk jam belajar dari jam 7 pagi sampai 11 siang. Kalau sampai jam 4 sore biayanya Rp 5.000," katanya. TPA yang berada di bawah naungan Dinas Sosial DKI itu, memiliki enam petugas maupun guru. Dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu playgroup usia 3 sampai 4 tahun, TK A usia 4 hingga 5 tahun, dan TK B usia 5 sampai 6 tahun.

"Nanti selepas TK B, murid mendapatkan sertifikat dan bisa melanjutkan ke SD," katanya. Dengan biaya yang cukup murah tersebut, anak-anak bisa mendapatkan berbagai pendidikan mulai dari mengenal huruf, mengenal angka, mengenal warna, menggambar, mewarnai, melipat, menggunting, menari, bercerita, olahraga, hingga praktek salat dan iqra.

Tak hanya itu, mereka juga diberikan mulai sarapan, makan siang, hingga dimandikan. "Untuk seragam mereka hanya dikenakan biaya Rp 75.000 untuk batik dan Rp 60.000 untuk baju olahraga. Tapi kalau nggak punya uang juga tidak apa-apa," katanya.

Bahkan di TPA itu, juga dibuka buku tabungan untuk anak-anak. Mereka bisa belajar menabung setiap hari dengan memberikan berapun jumlah uangnya. "Malah kadang ibu mereka yang nabung buat bayar kontrakan, karena uangnya takut mereka pakai kalau tidak ditabung," kata Feda tersenyum.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved