Kamis, 9 April 2026

Infrastruktur Jakarta

Laba Jasa Marga Turun Gara-gara Bangun 9 Jalan Tol

PT Jasa Marga (persero) Tbk mengaku telah mengalami penurunan laba bersih perseroan pada 2013 dibanding tahun 2012.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— PT Jasa Marga (persero) Tbk mengaku telah mengalami penurunan laba bersih perseroan pada 2013 dibanding tahun 2012. Hal ini karena disebabkan ekspansi usaha berupa investasi pada sembilan ruas tol hingga awal 2016.

Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansjah, menjelaskan laba bersih menurun akibat konsekuensi dari ekspansi. Karena hal itu pertumbuhan laba bersih Jasa Marga relatif tertahan.

"Karena investasi ini pasti memerlukan waktu untuk bisa menghasilkan 'revenue' maksimal," ujar Reynaldi, dihubungi wartawan Minggu (23/2/2014).

Laporan keuangan 2013 yang dipublikasikan disebutkan, laba bersih perseroan pada 2013 turun 16,58 persen menjadi Rp 1,33 triliun, dari 2012 sebesar Rp 1,6 triliun. Menurut Reynaldi, kondisi ekspansi perseroan untuk sembilan ruas itu saat ini sudah di tiga per empat perjalanan, sebelum tuntas hingga awal 2016.

Terbukti, hingga akhir tahun ini tujuh dari sembilan ruas itu sudah selesai dan enam di antaranya akan dioperasikan yakni JORR W2 Utara Ruas Kebon Jeruk – Ulujami Ruas Ciledug-Ulujami (2 km), Bogor Ring Road Ruas Kedunghalang-Kedungbadak (2,1 km), Semarang-Solo Ruas Ungaran-Bawen (12,3 km), Gempol-Pandaan (12 km), Gempol-Pasuruan Ruas Gempol-Rembang (13,9 km), dan Tol Porong-Gempol Ruas Kejapanan-Gempol (4 km).

Sementara itu, dua ruas lainnya yang akan dituntaskan hingga awal 2016 adalah ruas Cengkareng-Kunciran dan Kunciran-Serpong. "Total investasi untuk sembilan ruas itu Rp25 triliun dengan komposisi 30 persen ekuiti dan sisanya pinjaman perbankan nasional," jelas Reynaldi.

"Karena itu, belanja modal pada 2013 dari target Rp5,5 triliun, sudah terserap sekitar 80 persen yakni Rp4,9 triliun. Tahun ini pun, dari target 'capex' (belanja modal) Rp5,4 triliun, sekitar Rp3 triliun sudah diproyeksikan untuk ekspansi ruas tol itu,"ungkap Reynaldi.

Dengan demikian, kata Reynaldi, strategi usaha perseroan secara umum hingga 2-3 tahun ke depan masih berorientasi pada pertumbuhan, bukan profitabilitas. Namun, setelah 2016, katanya, Jasa Marga yakin akan mulai menuai hasil dari investasinya.

"Proyeksi kami, pendapatan usaha pada 2016 sudah mencapai Rp10 triliun dan aset sudah Rp44 triliun dan pada 2019, pendapatan sudah mencapai Rp16 triliun dengan aset sekitar Rp50 triliun," kata Reynaldi.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved